Obligasi Daerah RI Paling Unik
Kamis, 02 Agu 2007 13:33 WIB
Jakarta - Obligasi daerah di Indonesia terbilang unik karena berbeda dengan penerbitan obligasi daerah di luar negeri.Ketua Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK) Fuad Rahmany mengatakan, di luar negeri ada dua jenis obligasi daerah. Pertama, general obligation bond. Obligasi ini diterbitkan pemerintah daerah untuk menutupi defisit anggarannya.Kedua, revenue bond, yakni obligasi yang bunganya dibayarkan oleh proyek dan tidak dianggarkan oleh anggaran pemerintah daerah.Namun di Indonesia berdasarkan UU, obligasi daerah yang diterbitkan harus memiliki proyek yang bisa memberikan penghasilan tetapi bunganya dibayar dan dijamin oleh APBD."Jadi ini kombinasi antara yang dua itu, ini yang pertama di dunia," kata Fuad disela-sela acara seminar obligasi daerah di Gedung Bidakara, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/8/2007).Fuad meminta pemda memperkuat manajemen keuangannya dan jangan sampai lupa untuk membayar bunga dan pokoknya."Bisa saja dia lupa bayar market, gak boleh begitu kalau telat bisa kena penalti dan itu bisa mencoreng kepercayaan," katanya.Kota yang paling sibuk di dunia yakni New York menurut Fuad juga sempat mengalami gagal bayar."New York pernah default padahal ratingnya A, bahkan double A, baru setahun menerbitkan dia gagal bayar, akhirnya ratingnya anjlok. Nah hal ini jangan sampai terjadi," tutur Fuad. Pemerintah daerah ujaranya harus mematuhi aturan-aturan pasar modal yang berlaku. "Bukan berarti daerah kaya bisa membayar bunga dan pokoknya tepat waktu," ujarnya.
(ir/qom)











































