The Fed Suntik US$ 35 Miliar, Tertinggi Sejak Tragedi 9/11

The Fed Suntik US$ 35 Miliar, Tertinggi Sejak Tragedi 9/11

- detikFinance
Sabtu, 11 Agu 2007 11:16 WIB
New York - Bank Sentral AS (Federal Reserve) berusaha mati-matian menyelamatan pasar finansial. Bank Sentral paling berpengaruh di dunia ini telah menyuntikkan dana sebesar US$ 35 miliar ke sistem perbankan AS pada Jumat (10/8/2007). Suntikan dana itu merupakan yang terbesar setelah tragedi serangan terorisme 9/11. Suntikan itu merupakan lanjutan dari suntikan sebesar US$ 24 miliar ke pasar sebelumnya.The Fed pada awalnya hanya hanya menggelontorkan sebesar US$ 19 miliar, namun secara cepat menambahnya lagi sebesar US$ 16 miliar ke pasar finansial untuk meredam gejolak pasar. The Fed terpaksa masuk ke pasar secara besar-besaran menyusul anjloknya saham-saham di Wall Street secara tajam, yang dipicu oleh kekhawatiran tentang kondisi subprime mortgage AS yang memicu kredit macet besar-besaran."Federal Reserve menyediakan likuiditas untuk memfasilitasi berfungsinya pasar finansial secara tertib," demikian pernyataan dari The Fed seperti dikutip dari AFP.The Fed juga menyatakan kesediaannya untuk terus menggelontor pasar dengan likuiditas jika memang diperlukan. The Fed secara teratur membeli dan menjual surat berharga. Namun suntikan dana ke pasar pada Jumat kemarin merupakan yang tertinggi sejak 14 September 2001, saat The Fed menyuntikkan US$ 81,25 miliar ke pasar finansial menyusul adanya serangan terorisme di New York dan Washington."Tujuan dari langkah The Fed ini adalah untuk tetap mengingatkan pasar finansial bahwa dia adalah lender of the last resort dan akan menyediakan dana jika diperlukan," ujar Stephen Gallagher, ekonom dari Societe Generale. Tak hanya The Fed, hampir seluruh bank sentral dunia ramai-ramai menyuntikkan dana ke pasar finansial.Bank of Canada menyuntikkan sekitar US$ 1,4 miliar, European Central Bank (ECB) menyuntikkan US$ 212,98 miliar dalam dua hari, Bank of Japan lebih dari 1 triliun yen. (qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads