Pasar Global Bergejolak, Target Penerbitan SUN Tak Direvisi

Pasar Global Bergejolak, Target Penerbitan SUN Tak Direvisi

- detikFinance
Senin, 20 Agu 2007 21:03 WIB
Jakarta - Pemerintah tidak akan mengubah target penerbitan netto Surat Utang Negara (SUN) 2007 sebesar Rp 58,5 triliun meskipun keadaan pasar global beberapa waktu ini sempat bergejolak.Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers di Graha Sawala, Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta (20/8/2007). Pemerintah juga belum berencana untuk mengurangi defisit di APBN-P sebesar 1,54 persen. "Kalau itu tetap, pengeluaran atau penerbitan bonds sampai akhir tahun, kita tetap merencanakan sama seperti rencana semula, meskipun situasi pasar beberapa minggu terakhir ini agak turbulence tapi hari ini sudah rebound lagi," tuturnya. Meskipun begitu Menkeu menekankan bahwa pemerintah akan terus menerus mewaspadai dan memperhatikan volatilitas pasar baik itu pasar saham, SUN maupun pasar uang. "Apakah itu asalnya dari luar negeri, kalau dari luar negeri bagaimana dampaknya ke dalam negeri, dampaknya kepada pemegang surat utang, apakah mereka akan ikut-ikutan mengalami perubahan dalam komposisi portfolionya, sehingga apakah mereka akan mengurangi atau menambah, semuanya akan kita perhatikan," tegasnya. Dia mengatakan bahwa tiap minggu maupun tiap bulan pemerintah juga akan terus menerus mengevaluasi program utangnya hingga akhir tahun 2007 ini."Jadi saya belum bisa berikan konfirmasi mengenai sampai dengan akhir hari ini masih belum ada revisi, tapi dalam artian apakah pemerintah sama sekali tidak prepare, kita sangat prepare dan kita sangat waspada dan memperhatikan perkembangan pasar," jelasnya.Menurutnya pemerintah tetap bertanggung jawab untuk melakukan suatu tindakan guna menutupi defisit anggaran yang sebesar 1,54 persen tersebut."Kalau memang defsit 1,5 persen ya pemerintah harus bisa danai 1,5 persen. Kalau ada perubahan dari profil resiko, biaya bunga, dan mungkin ada beberapa spread yang akan berubah, kita akan terus menerus mengevaluasinya, kita akan mencoba membuka opsi, oleh karena itu semakin pemerintah punya banyak pilihan instrumen, maka kita akan punya beberapa opsi, kalau kita tidak punya pilihan, itu yang paling sulit," jelasnya.Oleh karena itu dikatakan bahwa pemerintah akan mencari alternatif berbagai pilihan instrumen dan pendanaan sampai dengan akhir tahun 2007 tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi yang membaik."Kita tidak ingin memberikan sinyal bahwa dengan serta merta merespon secara panik situasi yang ada, kita akan melihat, kita akan waspada, tapi kita tidak akan panik," jelasnya. (dnl/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads