Temasek Ala Cina
Senin, 10 Sep 2007 11:32 WIB
Beijing - Singapura boleh bangga karena menuai sukses dari BUMN investasinya, Temasek. Cina pun tak lama lagi akan memiliki BUMN investasi, yang khusus akan mengelola cadangan devisanya yang terus menggelembung.Menurut seorang sumber yang dikutip oleh China Securities Journal, seperti dilansir AFP, Senin (10/9/2007), BUMN investasi Cina itu akan diluncurkan pada pekan ini. Kabarnya, BUMN investasi Cina ala Temasek itu akan dipimpin Lou Jiwei, mantan Wakil Menteri Keuangan Cina. Lembaga itu juga akan diisi oleh orang-orang dari Departemen Keuangan Cina, anak usaha Bank Sentral Cina, termasuk pula dari Managing Director Goldman Sachs Asia. Kehadiran lembaga pengelola investasi tersebut sudah sangat lama dinantikan. Lembaga pengelola itu juga dinilai sangat penting mengingat Cina saat ini memiliki cadangan devisa terbesar di dunia hingga menembus US$ 1,33 triliun. Bayangkan dengan Indonesia yang memiliki cadangan devisa US$ 51 miliar.Cina menempatkan 70% dari cadangan devisanya dalam surat berharga berdenominasi dolar, mayoritas Surat Utang Negara AS. Depkeu Cina rencananya akan melepas obligasi negara senilai 600 miliar yuan (US$ 79,4 miliar) untuk tahap pertama. Total obligasi yang akan dilepas untuk mendanai BUMN investasi itu mencapai 1,55 triliun yuan. BUMN investasi Cina itu akan ditugaskan untuk melakukan diversifikasi dan memaksimalkan return dari cadangan devisa yang menggelembung itu. Persis yang dilakukan oleh Temasek.Temasek sendiri saat ini menguasai portofolio dengan nilai lebih dari SGD 160 miliar atau setara dengan US$ 100 miliar. Tingkat return investasi Temasek mencapai 18% per tahun.Namun tak semua investasi Temasek menuai sukses. Baru-baru ini, Temasek kesandung investasinya di Thailand, yakni Shin Corp.
(qom/ir)











































