Fitch Beri BNI Prospek Positif

Fitch Beri BNI Prospek Positif

- detikFinance
Rabu, 12 Sep 2007 09:33 WIB
Jakarta - Fitch Ratings memberikan prospek positif untuk peringkat nasional jangka panjang PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dari sebelumnya berprospek stabil. Peringkat-peringkat yang lain ditegaskan untuk peringkat jangka panjang mata uang asing atau lokal IDR (Issuer Default Rating) di 'BB-'/positif, peringkat jangka pendek IDR di 'B', peringkat individual di 'D', peringkat dukungan di '4' dan batas bawah peringkat dukungan di 'B+'.Demikian siaran pers dari Fitch Ratings yang diterima detikFinance, Rabu (12/9/2007).Perubahan prospek peringkat nasional memcerminkan menguatnya posisi permodalan menyusul penawaran umum saham kedua di bulan Agustus 2007 dan juga meningkatnya kualitas pinjaman walaupun masih relatif lemah. BNI memperoleh tambahan modal baru sebesar Rp 3,9 triliun (setelah dikurangi biaya) dari penawaran umum kedua sebanyak 1,99 miliar lembar saham baru. Dana yang terkumpul dari penawaran umum saham tersebut bisa menaikkan CAR BNI sebesar 3,8 persen berdasarkan posisi permodalan dan aset total per akhir Juni 2007 atau Tier 1 dan CAR total termasuk risiko pasar BNI adalah 8,9 persen dan 14,3 persen per akhir Juni 2007. Besarnya kenaikan CAR yang sebenarnya akan tergantung dari penggunaan dana hasil penawaran umum mengingat sebagian akan digunakan untuk melunasi utang dan untuk mendukung ekspansi pinjaman termasuk ke pinjaman infrastruktur berjangka panjang.Fitch juga mencatat perbaikan kualitas pinjaman dalam 18 bulan terakhir dimana rasio pinjaman bermasalah kotor turun menjadi 9 persen per akhir Juni 2007 dari 10,5 persen per akhir tahun 2006 dan 13,7 persen per akhir tahun 2005. Meskipun demikian, rasio pinjaman bermasalah BNI masih lebih tinggi dari rata-rata industri sebesar 6 persen. Rasio pencadangan BNI sebesar 56 persen dari pinjaman bermasalah kotor bisa dikategorikan cukup rendah mengingat lemahnya kepastian hukum dan kondisi operasi yang lebih tidak stabil di negara dengan peringkat di bawah peringkat investasi seperti Indonesia (peringkat BB-/positif). Profitabilitas tetap stabil dengan ROA sebesar 1,2 persen di tahun 2006 dan semester pertama 2007, walaupun tetap lebih rendah dari ROA rata-rata bank sekelas di 1,7 persen (2006). Margin bunga bersih (NIM) turun menjadi 4 persen di semester pertama 2007 dibandingkan dengan 4,9 persen di tahun 2006, meskipun akan meningkat sejalan dengan pertumbuhan pinjaman baru di kuartal kedua tahun 2007 dan usaha-usaha untuk menurunkan porsi deposito berbunga tinggi. BNI adalah bank ketiga terbesar di Indonesia dengan aset sekitar 10 persen dari aset total perbankan. BNI memiliki 972 cabang dan lebih dari 2300 ATM dan 5 kantor cabang di luar negeri. Saham BNI mayoritas tetap dimiliki pemerintah 73,3 persen. (ir/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads