Dana SBI Bertambah Rp 8 Triliun dalam 2 Pekan
Senin, 17 Sep 2007 18:23 WIB
Jakarta -
Posisi dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) per Jumat (14/9/2007) meningkat menjadi Rp 270 triliun. Peningkatan dana tersebut sekitar Rp 8 triliun dibanding posisi akhir Agustus yang sebesar Rp 262 triliun.Demikian dikatakan oleh Direktur Perencanaan Strategis dan Hubungan Masyarakat BI, Budi Mulya disela-sela acara fit and proper test deputi gubernur BI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (17/9/2007). "Dari Rp 270 triliun, porsi asing tidak sampai 7 persen dari itu saya lupa berapa posisi persisnya," jelasnya. Budi mengatakan bahwa dia berharap dana-dana yang ada di SBI ini bergerak ke instrumen-instrumen lain seperti SUN, obligasi korporasi atau saham. Yang pasti SBI, kata Budi, tidak beda sama SUN dan saham, hanya SBI itu jangka pendek. "Karena jangka pendek and then dia betah di jangka pendek, pasti ada sesuatu, kita berharap aset keuangan itu bisa bergerak ke surat utang, korporasi, saham, seperti itu. Ini yang harus kita geser kesana, sudah berulangkali saya katakan ingin mengubah paradigma seneng, aman di jangka pendek, harus berubah ke jangka panjang dan menengah," paparnya. Sementara untuk mengurangi penimbunan dana asing di SBI, dalam paparannya saat fit & proper test, Budi mengatakan bahwa harusnya diberikan disinsentif untuk dana asing di SBI. Pada saatnya nanti, kata Budi, akan ditentukan bagaimana teknisnya, bisa dalam bentuk pembatasan atau penambahan biaya. "Kita mensyaratkan hedging atas penempatan dananya di SBI karena praktek hedging menimbulkan biaya, dengan biaya mereka pasti mempertimbangkan return yang diterima," ujarnya.
(dnl/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan
