×
Ad

Tarik Tunai di ATM Thailand Bakal Dibatasi, Ada Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 29 Jan 2026 11:05 WIB
Ilustrasi/Foto: Getty Images/iStockphoto/PKpix
Jakarta -

Bank Sentral Thailand akan memperketat penarikan uang tunai dalam jumlah besar di ATM. Pengawasan tambahan ini dilakukan usai otoritas perbankan menemukan dua transaksi tarik tunai mencurigakan senilai lebih dari ratusan juta baht beberapa hari sebelum pemilihan nasional pada Februari 2025 lalu.

Gubernur Bank Sentral Thailand Vitai Ratanakorn heran ada orang yang tarik tunai sebesar itu.

"Siapa yang membutuhkan uang ratusan juta bath dalam bentuk tunai? Ini lah saatnya bank sentral harus bertindak karena aktivitas semacam ini merusak perekonomian" kata Vitai dikutip dari The Business Times, Kamis (29/1/2026).

Penarikan uang tunai yang ditemukan Vitai bernilai hampir 450 juta baht atau sekitar Rp 243 miliar (kurs Rp 540) dan terjadi ketika Komisi Pemilihan Umum sedang menyelidiki tuduhan pembelian suara. Sebuah survei menemukan bahwa lebih dari seperempat calon pemilih akan mendukung kandidat yang menawarkan uang tunai.

Bank Sentral Thailand berencana untuk menerapkan aturan baru dalam dua hingga tiga bulan ke depan untuk memperketat pengawasan terhadap pergerakan uang tunai dalam jumlah besar. Bank akan diwajibkan untuk melakukan uji tuntas yang lebih ketat dan melaporkan penarikan di atas ambang batas yang kemungkinan ditetapkan pada 3-5 juta baht.

Langkah-langkah ini merupakan bagian dari dorongan yang lebih luas oleh bank sentral untuk melampaui kebijakan moneter tradisional dan mengatasi masalah struktural, khususnya aliran uang yang terkait dengan ekonomi bawah tanah yang membebani pertumbuhan jangka panjang.

Vitai yang baru menjabat sebagai gubernur kurang dari empat bulan lalu, mengatakan bahwa bank sentral telah lama memiliki wewenang hukum untuk memantau pergerakan uang dalam jumlah besar, tetapi jarang menggunakannya.

"Kami telah memiliki wewenang ini selama beberapa dekade, tetapi kami belum menggunakannya. Jika kami tidak bertindak, tidak ada orang lain yang akan bertindak," kata Vitai.



Simak Video "Video: Thailand Terapkan Jam Malam-Darurat Militer Imbas Teror Pembakaran SPBU"

(hal/ara)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork