BSI Catat Pertumbuhan Dobel Digit, Aset Tembus Rp 456 T

BSI Catat Pertumbuhan Dobel Digit, Aset Tembus Rp 456 T

Dhafin Armia - detikFinance
Jumat, 06 Feb 2026 19:32 WIB
BSI Catat Pertumbuhan Dobel Digit, Aset Tembus Rp 456 T
Foto: Dok. BSI
Jakarta -

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) membukukan kinerja solid sepanjang 2025. Ditopang kondisi ekonomi makro yang kuat serta dukungan kebijakan pemerintah, termasuk izin khusus sebagai bullion bank, hampir seluruh indikator utama BSI tumbuh dobel digit dan berada di atas rata rata industri.

Per Desember 2025, BSI menyalurkan pembiayaan Rp 318,84 triliun, naik 14,49% secara tahunan. Penyaluran tersebut mayoritas mengalir ke segmen pro rakyat seperti SME, mikro, konsumer, serta komersial di bidang pendidikan dan kesehatan, termasuk ASN dan BUMN. Total outstanding pada segmen segmen tersebut mencapai Rp 285,70 triliun atau sekitar 90% dari total pembiayaan.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengatakan pembiayaan ke ritel, UMKM, BUMN dan ASN, serta komersial kesehatan dan pendidikan menjadi bagian dari komitmen perseroan untuk ikut mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kinerja solid BSI pada tahun 2025 ditopang berbagai faktor dan berjalannya fungsi intermediasi yang didukung pendanaan yang ample serta penyaluran pembiayaan yang sehat, tepat sasaran, dan juga kontribusi dukungan pembiayaan program yang sejalan dengan Astacita Pemerintah," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/2/2026).

ADVERTISEMENT

Dari sisi kualitas aset, pembiayaan BSI tetap terjaga. NPF gross berada di level 1,81% dan NPF nett 0,47%, membaik dibanding tahun sebelumnya. Perseroan menyebut perbaikan kualitas ini ditopang strategi manajemen risiko berbasis segmentasi nasabah, serta disiplin pemantauan perkembangan industri.

Dana Pihak Ketiga (DPK) juga tumbuh 16,20% secara tahunan menjadi Rp 380 triliun, dengan komposisi dana murah (CASA) mencapai 61,62% atau Rp 234 triliun. Tabungan menjadi pendorong utama pertumbuhan, naik 15,72% secara tahunan menjadi Rp162,63 triliun. Kinerja penghimpunan dana tersebut turut mendorong total aset BSI naik 11,64% menjadi Rp 456 triliun.

Direktur Finance and Strategy BSI Ade Cahyo Nugroho menilai kinerja solid perseroan juga didukung optimalisasi dual license. BSI mengantongi lisensi sebagai bank syariah dengan unique selling proposition Islamic ecosystem, termasuk ekosistem haji, sekaligus izin sebagai bullion bank.

"Tahun ini kami melakukan sosialisasi Tabungan Haji kepada pegawai negeri di daerah dan hasilnya signifikan untuk peningkatan DPK terutama dari Tabungan Haji yang tumbuh lebih dari 10%," ucapnya.

Ade menambahkan, jumlah rekening Tabungan Haji telah menembus lebih dari 6 juta. BSI juga mencatat penambahan nasabah prioritas sebesar 17,30% secara tahunan.

Selain itu, BSI dipercaya mendistribusikan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp10 triliun yang disebut sudah tersalurkan seluruhnya ke pembiayaan. Di sisi lain, izin bullion bank juga berdampak pada ekspansi customer base. Dalam kurun waktu kurang dari satu tahun sejak diresmikan sebagai Bank Emas, bisnis emas BSI menembus sekitar 1 juta nasabah ekosistem emas yang terdiri dari Bullion Bank, Cicil emas dan Gadai Emas.

Pembiayaan yang disebut sehat dan berkelanjutan turut mendorong laba perseroan menjadi Rp7,57 triliun, tumbuh 8,02% secara tahunan.

Di luar penguatan bisnis inti dan bullion bank, BSI juga menyebut terlibat dalam sejumlah program pemerintah. Di antaranya dukungan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyediaan layanan 1.350 virtual account Mitra BGN, dukungan aspirasi pembentukan sekitar 80.000 koperasi KDMP, penyaluran KUR Rp 12,2 triliun kepada 90 ribu nasabah, serta dukungan Program 3 Juta Rumah FLPP. Sejak merger, BSI tercatat menyalurkan FLPP Rp 3,5 triliun untuk 23 ribu unit rumah.

Direktur Distribution and Sales BSI, Anton Sukarna, mengatakan jumlah nasabah BSI mencapai 23,1 juta pada 2025, bertambah 2,03 juta nasabah dibanding tahun sebelumnya. Pertumbuhan customer base ini, menurutnya, ditopang sosialisasi produk haji, emas, peningkatan nasabah prioritas, serta payroll.

"Ini pertumbuhan nasabah tertinggi bagi BSI. Kami harus terus melakukan perluasan akses baik melalui organik penambahan layanan operasional di wilayah strategis termasuk pasar, dan juga melalui BSI Agen," katanya.

Dari sisi layanan, BSI melanjutkan penguatan transformasi IT dan transaksi digital, termasuk peningkatan performa sistem untuk menjaga layanan yang cepat, aman, dan andal. Jaringan layanan BSI saat ini mencakup 1.049 kantor cabang, sekitar 6 ribu unit ATM/CRM, 126 ribu layanan laku pandai (BSI Agen), kerja sama mesin EDC di 21 ribu merchant, serta QRIS di 563 ribu merchant. BSI juga mencatat pengguna mobile banking BYOND by BSI sebanyak 5,9 juta dan aplikasi BEWIZE mencapai 43 ribu user.

Sepanjang 2025, BSI juga melaporkan kontribusi sosial melalui penyaluran zakat untuk program beasiswa pendidikan siswa berprestasi, kemanusiaan, pemberdayaan masyarakat, pendidikan, ekonomi, dan kesehatan.Program tersebut mencakup lebih dari 10 ribu penerima beasiswa, 4.900 UMKM binaan, pengelolaan 77 Desa BSI (Bangun Sejahtera Indonesia), serta bantuan kebencanaan untuk Aceh, termasuk bantuan Huntara, logistik lebih dari 200 ton, alat komunikasi starlink dan HP satelit, pendirian dapur umum, posko trauma healing, posko kesehatan, serta dukungan restrukturisasi pembiayaan bagi nasabah terdampak.




(akn/ega)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads