Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendorong peningkatan penetrasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai salah satu metode pembayaran negara-negara anggota APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation).
Menurutnya, metode pembayaran yang dikembangkan Bank Indonesia (BI) itu sudah bisa digunakan lintas negara terutama di kawasan Asia Tenggara (ASEAN) seperti Thailand, Malaysia, Singapura, Filipina, Vietnam, Laos, dan Brunei.
"Indonesia juga mendorong digitalisasi melalui ASEAN dan tentu kalau ini bisa terus didorong juga ke beberapa negara APEC," kata Airlangga dalam acara APEC Business Advisory Council (ABAC) Meeting I 2026, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di luar itu, menurutnya QRIS lintas batas ini juga sudah bisa digunakan di Korea Selatan dan Jepang, dan masih dalam tahap penjajakan dengan China dan Arab Saudi di Timur Tengah. Airlangga sangat berharap penggunaan sistem pembayaran ini dapat semakin diperluas hingga ke negara-negara anggota APEC.
"Sebetulnya digitalisasi payment untuk Indonesia itu sudah juga masuk Korea, Jepang dan Timur Tengah tetapi dengan negara APEC yang lain tentu kita akan dorong," sambungnya.
Selain perluasan penggunaan QRIS, Airlangga juga mendorong peningkatan ekspor ke negara-negara APEC. Sebab saat ini 70% ekspor Indonesia ditujukan ke 21 negara yang tergabung dalam kelompok ekonomi tersebut.
"Indonesia perlu mendukung agar APEC berjalan secara baik karena ini adalah salah satu ekonomi terbesar dan tentu Indonesia membutuhkan pertumbuhan ekonomi yang kuat dan dengan negara-negara APEC ini bisa kita tingkatkan ekspor kita," jelasnya.
Komoditas-komoditas yang menjadi andalan ekspor Indonesia meliputi logam, kelapa sawit, dan produk-produk yang berasal dari industri padat karya seperti tekstil, furnitur, pakaian, hingga alas kaki.
"Kemudian produk daripada agrikultur juga, seperti udang dan yang lain," ucapnya.
Untuk diketahui, APEC merupakan sebuah forum internasional dengan anggota negara-negara di lingkar Samudra Pasifik yang mewadahi mewadahi kerja sama dalam bidang ekonomi dan bisnis.
Hingga saat ini terdapat 21 negara yang tergabung menjadi anggota APEC, yakni Indonesia, Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, dan Vietnam.
(igo/ara)










































