Bank Rakyat Indonesia (BRI) bersama dengan Pemodalan Nasional Madani (PNM) mencatatkan sejarah dengan menurunkan suku bunga hingga 5 persen terhadap belasan juta nasabah. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan BRI terhadap program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
BRI Group dalam kali ini mendukung target pencapaian 3 juta rumah melalui ekosistem pembiayaan perumahan dan penguatan ekonomi rakyat. Upaya tersebut diwujudkan melalui pembiayaan perumahan berbasis Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), serta Kredit Program Perumahan (KPP) sebagai fasilitas kredit modal kerja bersubsidi dari pemerintah.
Dukungan itu tersampaikan dalam kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, BRI, PNM, dan SMF, yang terselenggara di Kabupaten Sumedang, pada Jumat (13/2/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Direktur Corporate Banking BRI Riko Tasmaya, BRI yang saat ini diusianya yang ke-130 tahu, komitmen BRI tetap akan sama yakni terus memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat Indonesia.
Baca juga: BRI Life Cetak Laba Rp 954 M, Naik 25% |
"Jadi BRI ini kita sudah 130 tahun di Indonesia. Dan komitmen kami tetap sama, dari hari pertama kita berdiri sampai ke hari ini. Memberi makna untuk rakyat Indonesia. Jadi BRI sebagai Bank Rakyat Indonesia ini, kami punya komitmen yang tinggi dan terus berkomitmen untuk men-support program-program pemerintah," ujar Riko kepada awak media.
Riko menyampaikan bahwa untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang sebelumnya tidak pernah berubah diturunkan sebesar 5% dari biaya bunga sebelumnya.
"Di hari yang berbahagia ini, izinkan saya menyampaikan satu kabar yang istimewa terkait pinjaman Mekaar ini. Kami dari BRI Group mengambil sebuah langkah bersejarah, untuk pertama kalinya dalam 10 tahun perjalanan PNM Mekaar, tingkat suku bunga yang selama ini tidak pernah berubah kami turunkan sebesar 5% dari biaya bunga sebelumnya" katanya.
"Kebijakan ini akan secara langsung menurunkan besaran angsuran yang dibayarkan nasabah, sehingga memberikan ruang yang lebih lega bagi para pelaku usaha untuk mengembangkan usahanya," sambungnya.
Menurut Riko, langkah ini merupakan keberpihakan nyata kepada para perempuan wirausaha ultra mikro di seluruh Indonesia. BRI Group pun juga ingin memastikan bahwa mereka dapat mengakses pembiayaan formal yang semakin terjangkau, berkelanjutan, serta mampu menjadi jembatan untuk naik kelas sehingga dapat memperkuat usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Kegiatan Kolaborasi Program Pembiayaan Perumahan dan Pemberdayaan Ekonomi Rakyat Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), BP Tapera, BRI, PNM, dan SMF, yang terselenggara di Kabupaten Sumedang, pada Jumat (13/2/2026). Foto: Dok. Dwiky Maulana Vellayati/detikcom |
Pada saat yang sama, inisiatif ini juga memperkuat perlindungan nasabah dari praktik kredit informal yang merugikan, termasuk maraknya pinjaman online dengan bunga tinggi yang berpotensi membebani masyarakat kecil.
"Karena pada hari ini, saya melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana kami dari BRI bisa juga bersama-sama memberikan impact yang langsung terhadap rakyat Indonesia. Dan itu, hati kami itu luar biasa bersyukurnya. Kedepannya, tentu saja ini menjadi terus komitmen kami," ucap Riko.
Riko menjelaskan, pada 2025, kuota FLPP BRI ditingkatkan dari 32.000 unit menjadi 60.000 unit atau tumbuh hampir 100% secara tahunan (YoY). Hingga 11 Februari 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan FLPP untuk 3.174 unit rumah. Capaian ini menempatkan BRI sebagai salah satu bank dengan penyaluran FLPP tertinggi di antara perbankan nasional.
"Kami juga berkontribusi pada hasil-hasil kepemerintahan perumahan rakyat yang lainnya, dan juga kepada perusahaan-perusahaan yang ada di Indonesia yang memberikan juga peran aktif untuk pemberdayaan umat manusia di sini. PNM juga berperan aktif dalam program pemberdayaan ekonomi masyarakat," ungkapnya.
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait menyampaikan bahwa pemerintahan di tangan Presiden Prabowo Subianto telah menurunkan bunga bagi belasan juta nasabah PNM yang merupakan salah satu bentuk keberpihakan kepada rakyat.
Ia mengatakan, kolaborasi yang dilakukan kali ini dapat memberikan kegembiraan bagi nasabah yang sebagian besar merupakan perempuan single paren yang dimana selama ini mengandalkan pembiayaan untuk modal usaha. Oleh sebab itu, Ara yang merupakan sapaan akrabnya tersebut menyampaikan apresiasi kepada BRI atas dukungan KUR perumahan bagi UMKM dengan bunga yang disubsidi pemerintah.
"Terima kasih BRI. Presiden Prabowo tentu sangat senang, karena dia menginginkan setiap kebijakan benar-benar berbuah baik bagi rakyat. Terlebih, penurunan suku bunga dari BRI Group ini adalah jawaban nyata atas kebutuhan masyarakat. Dengan bunga yang lebih ringan, keluarga tetap mampu memenuhi kebutuhan hidup, menjalankan usaha, dan menjaga ketahanan ekonomi jangka panjang," kata Ara di lokasi yang sama.
Sementara, salah seorang nasabah PNM Mekaar BRI Tati Mulyani mengungkapkan rasa terima kasihnya dengan kehadiran PNM Mekaar BRI. Sebab, sejak tahun 2017 lalu ia dapat memenuhi modal usaha sembako. Hingga kini, usaha sembako yang dijalani Tati terus berkembang hingga dapat merubah keadaan dari segi ekonomi keluarganya.
"Pertama saya, waktu 2017, saya perlu modal, langsung ada nasabah anggota PNM ke rumah, lalu menawarkan modal, terus sedikit-sedikit, dulu mah warung sedikit, lama-lama, tambah-tambah, sebelumnya langsung, alhamdulillah sekarang perusahaan saya lancar, baik, sembako. Alhamdulillah, berkat PNM, ibu jadi berubah, usaha ibu bisa lancar, dan memperbaiki ekonomi ibu," kata Tati.
"Terima kasih PNM, terima kasih Bank BRI, terima kasih Bapak Ara juga, Bapak Presiden. Alhamdulillah, ini cita-cita saya terkabul," tambahnya.
(akn/ega)












































