BPS Cek Ulang 5,9 Juta Keluarga Penerima Bantun Iuran BPJS Kesehatan

BPS Cek Ulang 5,9 Juta Keluarga Penerima Bantun Iuran BPJS Kesehatan

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 18 Feb 2026 21:44 WIB
Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti.Foto: Dok. BPS
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) akan verifikasi ulang penerima Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian pemutahiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) penerima bantuan.

Kepala BPS Amalia Adininggar menjelaskan proses verifikasi dan validasi data di lapangan (ground check) akan dilakukan terhadap 5,9 juta keluarga dari 11 juta orang penerima manfaat PBI dengan status non-aktif.

Sebelumnya, BPS juga telah melakukan pengecekan ulang dan aktivasi 106.153 penderita katastropis penerima manfaat PBI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"106.153 orang ini sudah direaktivasi secara otomatis oleh BPJS Kesehatan, sehingga mereka tetap bisa berobat. Berikutnya, tentang rencana kami untuk melakukan ground check terhadap kira-kira 5,9 juta keluarga atau ini yang berasal dari 11 jutaan orang yang dinonaktifkan PBI-nya, atau kalau kami konversi terhadap keluarga ini sekitar 5,9 juta keluarga," terang Amalia di DPR, Jakarta, Rabu (18/2/2026).

ADVERTISEMENT

Sementara terkait pengkategorian desil, Amalia menjelaskan proses pengecekan di lapangan tidak didasarkan pada pendapatan. Desil ini dibagi menjadi 10 kelompok yang diurutkan berdasarkan tingkat kesejahteraan.

Amalia mengatakan, ada sebanyak 40 variabel yang mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat. Variabel ini di antaranya kepemilikan aset, kondisi rumah, hingga konsumsi listrik.

"Jadi sebetulnya ada 39-40 indikator kesejahteraan yang digunakan untuk menyusun kesejahteraan setiap keluarga. Rumah pun dilihat dari atap, dari kondisi dinding, lantai, luas rumah per kapita dan seterusnya. Lalu juga pengeluaran listrik. Jadi intinya memang itu bukan menjelaskan tentang pendapatan, tetapi menjelaskan bagaimana tingkat kesejahteraan yang disusun berdasarkan berbagai faktor atau indikator tadi," jelas Amalia.

Amalia menambahkan, proses ground check akan dilakukan secara bertahap. Ia mengimbau masyarakat untuk memberikan informasi yang tepat saat didatangi oleh petugas BPS.

"Kita pesan kepada masyarakat, kalau didatangi oleh petugas kami mohon kiranya memberikan informasi yang tepat, yang benar, sehingga nanti kami bisa mendapatkan data yang akurat," pungkasnya.

(ahi/hns)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads