Rapat Paripurna DPR resmi menyetujui Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031.
Friderica menyampaikan pasar modal Indonesia akan mendapatkan perhatian khusus, terlebih beberapa waktu lalu, pasar modal Indonesia babak belur.
Perempuan biasa Kiki ini mengatakan OJK akan melakukan reformasi integritas dalam proses perbaikan di pasar modal Indonesia. Sebenarnya kata Kiki hal ini sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Reformasi integritas pasar modal menjadi salah satu fokus utama kita terutama saat ini ya, bahkan bisa kita katakan itu prioritas kita yang utama lah saat ini," ujar Kiki usai menghadiri Rapat Paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Kiki menjelaskan reformasi integritas itu akan dilakukan melalui delapan aksi prioritas. Beberapa di antaranya terkait peningkatan likuiditas pasar, penguatan integritas data, serta perlindungan investor.
Selain itu, OJK juga akan memperkuat penegakan hukum terhadap berbagai kasus di pasar modal.
"Kita melakukan enforcement terhadap kasus-kasus yang terjadi di pasar modal dan akan ada lagi ya, akan kita lakukan penegakan hukum sesuai dengan ketentuan dan kita terus melakukan sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pihak," terang Kiki.
Kiki menambahkan, pasar modal Indonesia sangat aman bagi masyarakat yang ingin berinvestasi. Namun ia berpesan agar tetap melihat fundamental dari perusahaan yang bakal diinvestasikan dan fundamental ekonomi Indonesia yang baik.
"Dan kemudian untuk investor selalu kita sampaikan, untuk investor Indonesia selalu kalau berinvestasi lihat fundamentalnya," tuturnya.
(hrp/hns)










































