×
Ad

Jelang Libur Lebaran, BRI Imbau Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Diffa Rezy - detikFinance
Senin, 16 Mar 2026 17:04 WIB
Foto: BRI
Jakarta -

Menjelang periode libur Lebaran, intensitas komunikasi dan transaksi digital masyarakat diperkirakan meningkat. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan digital, terutama file dari sumber tidak dikenal yang berpotensi membahayakan keamanan rekening.

Dalam praktiknya, modus penipuan ini kerap diawali dengan pesan WhatsApp dari oknum yang mengaku berasal dari instansi tertentu. Pesan tersebut biasanya disertai narasi yang meyakinkan serta lampiran file berformat .APK, undangan digital, surat yang mengatasnamakan layanan perpajakan, resi pengiriman paket, hingga dokumen lain yang dikemas seolah informasi penting.

Apabila korban mengunduh dan memasang file tersebut, aplikasi itu dapat menjadi pintu masuk program berbahaya (malware). Malware tersebut berpotensi mencuri data, merusak sistem, hingga mengambil alih perangkat tanpa sepengetahuan pengguna.

Aplikasi .APK dari sumber tidak terpercaya juga dapat meminta berbagai izin akses pada perangkat. Akses ini kemudian dapat dimanfaatkan untuk memantau aktivitas pengguna dan membuka peluang penyalahgunaan layanan keuangan yang tersimpan pada perangkat.

Direktur Information Technology BRI Saladin Dharma Nugraha Effendi menjelaskan bahwa pola kejahatan digital ini terus berkembang, sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan.

"Perseroan terus menyempurnakan kapabilitas pengamanan layanan digital agar tetap adaptif terhadap dinamika ancaman. Penguatan pengamanan dilakukan secara berkelanjutan untuk melindungi data serta akses transaksi nasabah. Keamanan dan kenyamanan nasabah menjadi perhatian yang dijalankan secara konsisten," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (16/3/2026).

Lebih lanjut, BRI mengimbau nasabah untuk tidak mengklik, mengunduh, atau menginstal aplikasi dari sumber yang tidak terpercaya. Nasabah juga diminta tidak meneruskan pesan, file, maupun tautan yang mencurigakan kepada pihak lain.

Jika menerima pesan yang tampak janggal, misalnya menggunakan nada mendesak, menawarkan hadiah, meminta pembaruan atau 'verifikasi' data, atau menyertakan lampiran file dari nomor yang tidak dikenal meskipun mengatasnamakan bank atau layanan penting lainnya, nasabah diminta memastikan kebenaran pengirim dan melakukan verifikasi sebelum mengambil tindakan lebih lanjut. BRI juga menganjurkan pengaktifan fitur keamanan tambahan seperti Two-Factor Authentication (2FA) untuk menambah perlindungan pada akses layanan digital.

Apabila nasabah terlanjur mengunduh atau menginstal file .APK yang mencurigakan, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mematikan koneksi data seluler dan Wi-Fi, kemudian menghapus aplikasi yang terpasang. Setelah itu, nasabah dapat segera mengubah username, PIN, dan password akun BRImo maupun akun email yang terhubung.

Kemudian, pengguna dianjurkan untuk melakukan reset setelan pabrik melalui pengaturan perangkat untuk memastikan perangkat bersih dari potensi kendali pihak tidak dikenal. Nasabah juga perlu melakukan pemblokiran nomor pengirim apabila pesan terindikasi penipuan, dan jika ditemukan aktivitas mencurigakan dapat segera menghubungi Contact BRI di 1500017.

"BRI menekankan pentingnya kehati-hatian dalam menyaring informasi, terutama pesan yang disertai file atau tautan dari sumber tidak dikenal. Pengenalan indikasi ancaman sejak awal menjadi langkah penting untuk mencegah akses tidak sah terhadap data nasabah. Kolaborasi antara BRI dan nasabah menjadi fondasi dalam membangun ekosistem digital yang aman dan nyaman," pungkas Saladin.




(akd/ega)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork