Tren masyarakat yang menggadaikan emas dan perhiasan diperkirakan akan meningkat setelah periode libur Lebaran mulai hari ini, Rabu (30/3). Momentum ini didorong oleh peningkatan kebutuhan dana usai periode arus balik mudik dan libur panjang.
"Sekarang tren gadai mulai lagi nih. Karena ini ibaratnya kemarin libur lebaran mungkin ada yang sudah masuk tanggal 25, sekarang tanggal 30 semuanya sudah pada masuk kan," kata Pemimpin Cabang Gerai Pegadaian Salemba, Dewi Rahmawati, saat ditemui detikcom, Senin (30/3/2026).
Dewi menjelaskan secara tren, usai libur Lebaran mayoritas nasabah menggadaikan barang berharga utamanya berupaya emas batang dan perhiasan untuk mendapatkan dana segar. Di mana sebagian besar dana ini kemudian digunakan untuk keperluan produktif seperti sebagai tambahan modal usaha, baru sebagian kecil di antara mereka yang menggunakan untuk keperluan konsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang memang mereka untuk konsumtif, ada yang untuk produktif juga, yang pada usaha tuh kita juga banyak nih. Misalnya usaha perdagangan mereka kan off tuh, vakum ya selama Lebaran, perputaran modal biasanya barang datang atau apa mereka gadai. Nanti balik lagi stoknya sudah terjual, mereka pelunasan lagi," jelasnya.
"Ada UMKM, macem-macem, kontraktor juga banyak juga kan. Termin belum cair bisa gadai juga. Jadi macam-macam, ada yang untuk kebutuhan konsumtif, modal kerja gitu," sambung Dewi.
Khusus di gerai Pegadaian Salemba, Dewi mengatakan jumlah gadai untuk keperluan produktif sekitar 70% dari total outstanding gadai yang ada. Sementara sisanya baru untuk keperluan konsumsi, yang rata-rata nominal setiap transaksi gadainya di bawah Rp 10 juta.
"Paling itu nggak terlalu besar sih nominalnya, karena kan melengkapi kekurangan yang mereka ada di rumah biasanya. Kecil sih relatif di bawah Rp 10 juta biasanya itu," tambahnya.
Di luar itu, Dewi menyebut hingga Rabu (25/3) kemarin outstanding gadai di gerai Salemba tercatat sudah naik kurang lebih Rp 7 miliar jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Kondisi ini didorong oleh peningkatan volume gadai masyarakat sebelum Hari Raya Lebaran.
"Kalau di bulan Maret ini kita kalau secara data dibandingkan Februari, itu kita masih tumbuh untuk di cabang Salemba sendiri tumbuhnya kurang lebih Rp 7 miliar sampai dengan tanggal 25 kemarin. Kalau memang tembusan lebih banyak pasti kita terkoreksi dong, minus ya. Ini kita masih tumbuh," jelasnya.
Untuk jenis barang yang digadaikan, emas batang dan perhiasan masih menjadi andalan masyarakat. Di mana proporsi gadai emas batang dan perhiasan ini capai 90% dari total gadai yang diterima gerai Salemba.
Sementara untuk tingkat pelunasan barang yang digadaikan di gerai Salemba saat ini masih di atas 99%. Di mana hanya sebagian kecil barang yang tak sanggup untuk dilunasi kembali oleh nasabah yang pada akhirnya dilelang Pegadaian.
(igo/fdl)










































