Rasio Klaim BPJS Kesehatan Bengkak, Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

Rasio Klaim BPJS Kesehatan Bengkak, Tertinggi dalam 8 Tahun Terakhir

Andi Hidayat - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 16:43 WIB
Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

BPJS Kesehatan mencatat peningkatan rasio klaim program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di awal tahun 2026. Tren klaim jaminan kesehatan ini bahkan tertinggi sejak delapan tahun terakhir.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, mengatakan kondisi ini terjadi imbas beban biaya layanan kesehatan yang melampaui pendapatan iuran peserta. Ia mengatakan, rasio klaim program JKN tembus 111,86% hingga Februari 2026.

Angka tersebut melonjak bahkan lebih tinggi dari capaian tahun 2018 yakni sebesar 110,37%. Kemudian pada tahun 2019, rasio klaim program JKN berangsur menurun menjadi 97,05%. Pada tahun 2020 dan 2021 juga susut masing-masing menjadi 68,29% dan 63,03%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selanjutnya rasio klaim program JKN kembali meningkatkan pada tahun 2022 menjadi 78,78%. Pada tahun 2023, rasio klaim langsung tercatat menembus 104,72%. Rasio klaim juga tercatat membengkak di tahun-tahun selanjutnya, yakni tahun 2024 sebesar 105,78% dan pada 2025 sebesar 107,69%.

ADVERTISEMENT

"Pada tahun 2019 terjadi perbaikan kondisi di mana DJS sempat mencapai titik keseimbangan dengan rasio klaim yang lebih terkendali. Namun setelah itu, khususnya sejak tahun 2023, kembali terjadi perubahan yang cukup signifikan di mana rasio klaim berada di atas 100%," ungkap Prihati dalam rapat bersama Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prihati menjelaskan, kondisi ini terjadi karena biaya pelayanan kesehatan yang lebih tinggi dari pendapatan iuran. Ia mengatakan, kondisi ini membuat BPJS Kesehatan menanggung defisit dari tingginya klaim program JKN.

"Biaya pelayanan kesehatan kembali melampaui pendapatan iuran secara berkelanjutan dan bahkan dengan tren yang semakin meningkat. Hingga pada awal tahun 2026 mencapai 111,8%. Sebagai implikasinya, apabila kondisi ini terus berlanjut, maka defisit akan terus terakumulasi dan secara langsung menekan kesehatan DJS," pungkasnya.

Lihat juga Video: Langkah Kemendes PDT-BPJS Kesehatan Perkuat JKN di Desa

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads