Bank Syariah Jangan Jadi Buntut Bank Konvensional
Kamis, 25 Okt 2007 12:12 WIB
Jakarta - Perbankan syariah harus lebih kreatif dalam mencari celah-celah bisnis supaya bisa bersaing dengan bank konvensional. Selama ini perbankan syariah mengekor perbankan konvensional.Hal tersebut disampaikan pengamat ekonomi Faisal Basri dalam diskusi bertajuk 'Kebijakan dan Peluang Investasi Berbasis Syariah di Indonesia' di sela-sela Indonesia Sharia Expo di Jakarta Convention Center, Jakarta (25/10/2007). "Perbankan syariah tidak bisa catch up karena hanya jadi follower dari bank konvensional saja, dia tidak bisa cari pangsa dan produk sendiri." ujarnya. Faisal menuturkan bahwa saat ini masih sangat sulit bagi perbankan syariah untuk bersaing dengan bank konvensional. "Kita lihat masalah yang ada di bank konvensional ada juga di syariah, tapi kenikmatan di bank konvensional tidak didapatkan di bank syariah, jadi bagaimana masyarakat bisa pindah ke syariah," katanya. Karena itulah, Faisal menghimbau agar perbankan syariah dapat mencari jalan dalam mengembangkan sebuah produk baru yang berbeda dengan apa yang ada di bank konvensional. "Sebenarnya bank syariah dibuat sebagai antitesa dari bank yang ada, jadi jangan cuma mengikuti saja, mari mengubah mind set dengan memperkuat riset dalam mencari celah yang menghasilkan solusi kepada masyarakat," jelasnya. Dia mencontohkan Bank Syariah Mandiri, yang menurutnya telah melakukan suatu inovasi yang bagus. "Bank Syariah Mandiri memberikan kredit kepada petani di Bali, padahal mereka bukan Islam, ini kan suatu hal yang bagus," jelasnya. Dari segi pemasaran juga harus diperkuat. "Saat ini model pemasaran malah nakut-nakutin masyarakat, kalau tidak di syariah masuk neraka, harusnya tidak begitu," ujarnya.
(dnl/ddn)











































