Bank Pembangunan Daerah (BPD) didorong mengubah peran, dari sekadar pengelola dana pemerintah daerah menjadi penggerak ekonomi daerah lewat pembiayaan yang lebih produktif.
Ketua Umum ASBANDA Agus H. Widodo mengatakan keterbatasan fiskal daerah membuat BPD perlu mengambil peran lebih aktif.
"Ke depan, BPD tidak cukup hanya berperan sebagai pengelola dana pemerintah daerah. BPD harus bertransformasi menjadi orkestrator aliran dana daerah yang mampu menggerakkan ekonomi secara aktif dan berkelanjutan," ujar Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (18/4/2026).
Menurutnya, BPD punya keunggulan dibanding bank lain karena dekat dengan pemerintah daerah dan memahami kondisi ekonomi lokal.
"BPD harus mampu memastikan bahwa setiap rupiah yang berputar di daerah dapat memberikan nilai tambah ekonomi, mendorong produktivitas, dan memperkuat sektor riil," tegasnya.
Ia menilai keterbatasan fiskal tidak boleh menghambat pembangunan. Dalam kondisi ini, inovasi pembiayaan diperlukan untuk menjaga belanja pemerintah dan pertumbuhan ekonomi.
Salah satu yang didorong adalah optimalisasi pinjaman daerah, tidak hanya untuk infrastruktur tetapi juga untuk penguatan layanan publik, peningkatan sektor kesehatan dan pendidikan, dan pengembangan UMKM dan ekonomi lokal.
"Pinjaman daerah harus dipandang sebagai instrumen strategis untuk menciptakan multiplier effect bagi perekonomian daerah, bukan sekadar sumber pembiayaan jangka pendek," jelas Agus.
ASBANDA juga mengusulkan ke regulator agar ada kebijakan yang lebih tepat untuk pembiayaan sektor publik daerah.
"Ini bukan permintaan pelonggaran, melainkan upaya menghadirkan kerangka yang lebih tepat agar pembiayaan sektor publik dapat dilakukan secara optimal, namun tetap prudent," tegasnya.
Untuk mendorong peran BPD, Agus menyebut ada tiga fokus utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, inovasi pembiayaan, serta pendalaman peran di ekosistem ekonomi daerah.
"Masa depan ekonomi daerah tidak hanya ditentukan oleh besarnya APBD, tetapi oleh kemampuan kita dalam mengelola dan mengarahkan aliran dana untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan," pungkasnya.
(fdl/fdl)