Fakta Unik Kartini: Pernah Muncul di 2 Uang Rupiah, Ini Daftarnya

Fakta Unik Kartini: Pernah Muncul di 2 Uang Rupiah, Ini Daftarnya

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 21 Apr 2026 14:27 WIB
Kartini di uang Rupiah
Foto: Dok. Bank Indonesia
Jakarta -

Setiap 21 April, Indonesia memperingati Hari Kartini sebagai bentuk dorongan atas emansipasi perempuan. Di masanya, Kartini hadir dengan semangat baru: kebebasan, kesetaraan, modernisasi, dan anti-feodalisme.

Gagasan-gagasannya ia tuangkan dalam surat-surat yang kemudian diterbitkan di Belanda dalam bentuk buku berjudul Door Duisternis Tot Licht, yang diterjemahkan ke dalam bahasa Melayu menjadi Habis Gelap Terbitlah Terang.

Tak hanya diperingati dan dijadikan inspirasi, sosok Kartini juga diabadikan dalam uang rupiah. Bahkan, ia pernah muncul bukan hanya dalam satu, tetapi dua pecahan uang kertas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mengutip situs resmi Bank Indonesia (BI), Kartini pernah muncul di uang pecahan Rp 5 pada 1953. Uang tersebut merupakan bagian dari seri tokoh dan kebudayaan, yang menjadi seri pertama yang dicetak oleh BI.

Khusus uang Rp 5 bergambar Kartini, sebenarnya telah disiapkan sejak 1952. Namun, karena Undang-Undang tentang BI baru disahkan pada 1953, uang tersebut resmi dikeluarkan pada 2 Juli 1953.

ADVERTISEMENT

Dalam situs Kementerian Budaya dijelaskan, uang itu berbahan kertas berbentuk persegi panjang dengan dominasi warna abu-abu, biru, dan putih. Pada sisi depan sebelah kiri terdapat gambar Raden Ajeng Kartini mengenakan kebaya dengan rambut disanggul.

Di bagian tengah terdapat tulisan "BANK INDONESIA LIMA RUPIAH", angka tahun 1952, serta tanda tangan Gubernur dan Direktur BI. Di bagian atas terdapat dua ekor burung dengan kepala saling menyilang. Sementara di sudut kanan atas dan kiri bawah terdapat angka nominal yang dipadukan dengan ornamen sulur daun dan roset.

Pada sisi belakang, uang ini berwarna biru dan cokelat, menampilkan gambar pohon rindang dengan ranting, daun, dan bunga. Di bagian bawah juga terdapat dua ekor ular, tulisan undang-undang pemalsuan uang, serta nilai nominal.

Sayangnya, masa edar uang ini hanya sekitar sembilan tahun karena ditarik BI pada 1961. Namun, gambar Kartini kembali muncul pada uang kertas pecahan Rp 10.000 tahun emisi 1985, yang kemudian ditarik pada 1995.

Memang, Kartini tidak berada di garis depan mengangkat senjata seperti Cut Nyak Dien atau Laksamana Malahayati. Ia juga bukan sosok yang tampil di mimbar umum memimpin massa.

Namun, Kartini adalah pembuka jalan. Ia mencetuskan cara berpikir baru yang hingga kini masih menjadi rujukan, dan namanya terus diperingati setiap tahun.

Tonton juga video "Pesan Susi Susanti, Nikita Willy dan Marissa Anita untuk Perempuan Indonesia"

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads