RI Butuh Pembiayaan Rumah Baru US$ 21 M dalam 10 Tahun
Selasa, 30 Okt 2007 10:27 WIB
Jakarta - International Finance Corporation (IFC) memprediksi dalam 10 tahun ke depan masyarakat yang pindah ke daerah perkotaan (urbanisasi) mencapai 17 juta orang. Itu berarti kebutuhan pembangunan rumah meningkat.Dengan urbanisasi sebanyak itu perlu sedikitnya 21 juta unit rumah baru.Jika dihitung-hitung maka untuk membiayai 21 juta unit rumah baru itu dibutuhkan dana sekitar US$ 21 miliar per tahun. Padahal di Indonesia kredit perumahan pada tahun lalu baru US$ 3 miliar."Jadi ada kesenjangan pembiayaan perumahhan di Indonesia," ujar Country Manager IFC untuk Indonesia Adam Sack dalam seminar pembiayaan perumahan di Hotel Shangri-La, Jalan Sudirman, Jakarta, Selasa (30/10/2007).IFC akan membantu pihak-pihak yang terkait dalam pembiayaan perumahan di Indonesia baik itu dengan perbankan maupun lembaga keuangan non bank untuk menyediakan dana-dana jangka panjang."IFC juga akan memberikan bantuan berupa saran bagi pelaku pembiayaan perumahan di Indonesia" ujar pria yang baru beberapa bulan berkantor di Indonesia ini menggantikan German Vegarra.Anak usaha Bank Dunia ini sudah bekerja sama dengan sedikitnya 35 negara dalam menyediakan long term capital lending atau pembiayaan jangka panjang.
(ddn/qom)











































