The Fed Belum Tentu Berani Turunkan Suku Bunga

The Fed Belum Tentu Berani Turunkan Suku Bunga

- detikFinance
Rabu, 31 Okt 2007 18:00 WIB
Jakarta - Bank Sentral AS (The Fed) belum tentu berani gegabah menurunkan tingkat suku bunganya mengingat harga minyak saat ini sedang tinggi-tingginya. Harga minyak yang tinggi itu berpotensi memberi tambahan ancaman inflasi bagi AS. Demikian diungkapkan oleh Chief Economist BNI Tony A. Prasetyantono dalam Round Table Discussion Ke-5 PPSK-BI "Pemberdayaan Sektor Riil Untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Melalui Peningkatan Koordinasi Kebijakan Fiskal dan Moneter" yang diadakan di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Rabu (31/10/2007). "Menurut saya, AS belum tentu berani menurunkan (suku bunga) karena harga minyak yang mencapai US$ 93 itu menjadi ancaman inflasi AS, jadi artinya saya tidak terlalu optimis The Fed berani menurunkan bunganya nanti malam," jelasnya.Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) dilakukan pada 30-31 Oktober. Menurut Tony, memang banyak yang menunggu apakah The Fed akan menurunkan bunganya dari level sekarang 4,75 persen.Mengenai pengaruhnya terhadap BI Rate, Tony menjelaskan bahwa BI tidak hanya akan mempertimbangkan penurunan suku bunga oleh The Fed saja. Menurutnyam ada beberapa faktor lain yang menjadi pertimbangan seperti lonjakan harga minyak.Dengan berbagai perkembangan tersebut, menurutnya, BI seharusnya berani menurunkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 8%. "BI Rate itu dasarnya apakah The Fed turun tidak, lalu apakah harga minyak akan berkelanjutan sampai minggu depan tidak dengan harga minyak US$ 90 per barel itu. Tapi dengan melihat biaya moneter harus diturunkan, BI perlu melakukan suku bunga, meskipun tidak secara dramatis," jelasnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads