Bos BI: Nilai Tukar Rupiah Stabil, Tingkat Pelemahan Terjaga

Bos BI: Nilai Tukar Rupiah Stabil, Tingkat Pelemahan Terjaga

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 07 Mei 2026 18:15 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI untuk menjadi gubernur lagi di periode berikutnya. Begini momennya.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS) saat ini masih tetap stabil.

Sementara pada penutupan perdagangan hari ini dikutip dari Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup pada level Rp 17.333 per US$.

"Nilai tukar rupiah juga stabil dengan langkah-langkah BI. Tingkat pelemahan rupiah sudah terjaga sebanding dengan negara lain," ujarnya dalam konferensi Pers Hasil Rapat Berkala KSSK II Tahun 2026 di Jakarta, Kamis (7/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Perry juga menyampaikan saat ini posisi cadangan devisa Indonesia lebih dari cukup. Tercatat per Maret 2026 mencapai Rp 148,2 miliar per Maret 2026.

"Aliran masuk modal asing yang hingga 30 April mencapai US$ 3,3 miliar terutama pada instrumen SRBI dan SBN setelah di trilwulan I ada outflow US$ 1,7 miliar," katanya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, Perry menyampaikan 7 jurus menguatkan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (AS). Tujuh jurus juga telah disampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto.

Pertama, Bank Indonesia akan terus melakukan intervensi secara tunai baik lewat Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan Non-Deliverable Forward (NDF).

Kedua, Perry menyebutkan pihaknya akan mengupayakan aliran modal masuk ke dalam negeri lewat instumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Ketiga, BI akan berkoordinasi dengan Kementerian Keuangan untuk membeli SBN dari pasar sekunder. Sejak awal tahun pembelian SBN sudah dilakukan. Pihaknya sudah membeli SBN dari pasar sekunder sejak awal tahun hingga sekarang sebesar Rp123,1 triliun.

Keempat, BI juga akan menjaga likuiditas di perbankan dan pasar uang lebih dari cukup. Sejauh ini pertumbuhan uang primer diklaim Perry selalu double digit, pertumbuhan uang primer terakhir mencapai 14,1%.

Kelima, adalah merilis kebijakan pembatasan pembelian dolar di pasar domestik tanpa underlying assets. Awalnya pembelian bisa dilakukan maksimal US$ 100 ribu per bulan, sudah diturunkan menjadi US$ 50 ribu per bulan. Dalam waktu dekat besarannya akan diturunkan kembali jadi US$ 25 ribu per bulan.

Keenam, adalah penguatan intervensi di pasar Offshore Non-Deliverable Forward (NDF). Pihaknya ingin mengendalikan perkembangan nilai tukar pada sektor offshore di luar negeri.

Ketujuh, peningkatan pengawasan kepada bank-bank dan korporasi yang memiliki aktivitas pembelian Dolar AS yang tinggi.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads