Waspada! Phising hingga Transfer Palsu Masih Mengintai

Waspada! Phising hingga Transfer Palsu Masih Mengintai

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 14 Mei 2026 19:18 WIB
Ilustrasi email phising
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) bersama GoPay memperluas cakupan literasi keuangan di Provinsi Maluku, tepatnya di Kota Ambon. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi keuangan dan keamanan transaksi digital di lingkungan pendidikan, khususnya bagi guru dan pelajar yang aktif menggunakan layanan keuangan digital.

Agenda ini melibatkan sekitar 150 guru dan siswa. GoPay sendiri memberikan edukasi terkait berbagai modus penipuan digital seperti tautan palsu (phishing), penipuan melalui fake customer service, bukti transfer palsu, hingga modus refund atau salah transfer.

Selanjutnya peserta dibekali langkah praktis aman bertransaksi, seperti PIN dan OTP, menjaga data pribadi, menggunakan aplikasi resmi, serta menghindari tautan mencurigakan. Selain itu, peserta juga diajak memahami langkah yang perlu dilakukan jika mengalami indikasi penipuan, seperti tidak panik, menyimpan bukti transaksi, dan menghubungi layanan resmi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Di tengah pesatnya sistem pembayaran digital, penguatan literasi digital dan perlindungan konsumen menjadi sangat penting, khususnya bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, kami berharap guru dan siswa tidak hanya menjadi pengguna layanan digital yang cerdas, tetapi juga mampu menjadi penggerak budaya transaksi yang aman di lingkungan sekolah dan masyarakat," ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Dicky Afrianto, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam kesempatan yang sama Kepala Divisi Kepatuhan GoPay, Yogi Harsudiono menyatakan, mengatakan keamanan transaksi pengguna adalah prioritas perusahaan. Karena itu, GoPay tidak hanya memperkuat teknologi keamanan, tetapi juga mengedukasi publik.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, GoPay menyediakan berbagai fitur keamanan berlapis, mulai dari penggunaan PIN dan biometrik, verifikasi wajah, layanan bantuan 24 jam, hingga program Jaminan Saldo Kembali guna memberikan rasa aman dalam bertransaksi digital.

"Dengan mengusung tema berhati-hati dalam bertransaksi yang sejalan dengan kampanye kolektif perlindungan konsumen, kami berkomitmen mendukung upaya Bank Indonesia dalam meningkatkan literasi digital dan perlindungan konsumen guna mewujudkan ekosistem ekonomi digital yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan," pungkasnya.

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads