SUN Tetap Berkilau di 2008
Selasa, 13 Nov 2007 15:35 WIB
Jakarta - Pamor Surat Utang Negara (SUN) tetap berkilau di tahun 2008. Sementara pasar obligasi korporasi masih menghadapi sejumlah tantangan di tahun depan."Kecenderungan demand terhadap obligasi di tahun 2008 memang akanmeningkat, namun investor masih lebih meminati pasar SUN. Obligasi korporat masih menghadapi beberapa tantangan pasar," kata Dirut Pefindo, Kahlil Rowter.Hal itu disampaikan Kahlil dalam acara Pefindo Forum bertajuk "Industri Penerbit Obligasi Terbesar & Outlook 2008", di Hotel Intercontinnental, Jakarta, Selasa (13/11/2007).Pasokan obligasi korporasi telah meningkat pesat di 2007 menjadi Rp 20-25 triliun. Tren penerbitan obligasi korporasi juga diperkirakan akan meningkat. Akan tetapi, risiko fluktuasi inflasi masih akan membayangi obligasi korporasi, sehingga pasar SUN yang cenderung lebih aman, akan lebih diminati.Tantangan obligasi korporasi antara lain adanya fluktuasi suku bunga, kurangnya pasar hedging (lindung nilai) yang likuid, kurangnya transparansi informasi trading dan adanya konsentrasi sektoral yang menyulitkan pembagian risiko.Kahlil menambahkan, prediksi pertumbuhan obligasi tahun 2008 tergantung pada pertumbuhan ekonomi Indonesia."Pertumbuhan pasar obligasi itu tergantung pada pertumbuhan pasar reguler. Jadi jika diasumsikan ekonomi tumbuh 7%, maka pertumbuhan volume obligasi pun akan berkisar di angka itu," kata Kahlil.
(ir/qom)










































