Menilik Denyut Nadi Dieng Bersama Bakti BCA di Desa Patakbanteng

Menilik Denyut Nadi Dieng Bersama Bakti BCA di Desa Patakbanteng

Amanda Christabel - detikFinance
Kamis, 11 Jun 2026 14:36 WIB
Desa Patakbanteng dari ketinggian
Foto: detikcom/Amanda Christabel
Wonosobo -

Sektor pariwisata di Indonesia memiliki segudang daya tarik bagi wisatawan domestik dan mancanegara. Salah satunya adalah Desa Patakbanteng, yang menjadi bagian dari dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah.

Desa ini merupakan salah satu opsi jalur favorit bagi para pendaki yang ingin menjajal keindahan alam yang mengarah ke Gunung Prau. Tak ayal, masih ada begitu banyak pilihan yang bisa dilakukan di Dieng, termasuk pula di Desa Patakbanteng.

Salah satu warga desa yang turut andil dalam pengembangan Desa Patakbanteng, Solichun, mengatakan desa ini pernah mewakili Kabupaten Wonosobo untuk ikut dalam lomba desa wisata pada 2004. Hasilnya pun membanggakan, Desa Patakbanteng mendapuk gelar juara satu untuk bidang resiliensi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kategori resiliensi itu berkaitan dengan teman-teman yang menjadi pengelola (tempat wisata) itu semua sudah bersertifikat rescue dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Dari situ dilihat nilai ekonomi dengan kegiatan pariwisata itu memang sudah sangat membantu," ujar Solichun kepada wartawan, dikutip Kamis (11/6/2026).

Ia mencontohkan, kebutuhan jasa ojek untuk menuju sejumlah puncak gunung atau bukit juga menjadi potensi ekonomi di desa ini. Dari satu sektor transportasi ini saja, sudah ada sebanyak kurang lebih 100 warga desa yang terlibat di pendakian.

ADVERTISEMENT

"Kalau di akhir pekan, itu (supir ojek) kadang ada yang sampai 50 kali untuk membawa teman-teman pengunjung. Itu di ekonomi ya sudah lumayan. Selain itu ada di UMKM, warung-warung yang ada di depan basecamp itu yang buka 24 jam juga sudah banyak," ia mengelaborasi.

Tak berhenti di sektor pariwisata, Desa Patakbanteng juga terkenal dengan hasil buminya seperti kentang dan tanaman purwoceng. Ada pula industri rumahan yang memproduksi makanan khas, yakni manisan carica dan keripik kentang.

Di sisi lain, meskipun ekonomi di desa ini juga terdorong dari sektor pariwisata, tetapi generasi mudanya masih kurang menaruh minat pada sektor pertaniannya. Itulah yang memantik Solichun untuk bisa mempertahankan kekhasan hasil bumi Desa Patakbanteng untuk generasi selanjutnya.

"Karena petani itu kebutuhan pokok di negara kita. Jadi, kita ingin mengembangkan agrowisata. Bagaimana caranya agar tamu-tamu yang datang ke Patakbanteng itu bisa belajar menanam, melihat proses panen secara langsung dengan pemandangan alam yang seperti ini," ujar Solichun optimistis.

Dukungan BCA untuk Desa Patakbanteng

Dengan adanya potensi-potensi itulah PT Bank Central Asia (BCA) melalui Bakti BCA juga ingin mengambil peran. BCA ingin terlibat dalam memajukan potensi ekonomi yang ada di Desa Patakbanteng.

"Bakti BCA hadir di Desa Patakbanteng relatif baru. Kita sedang dalam tahap menyelesaikan rancangan program. Akan ada tiga fase yang kita siapkan bersama dengan teman-teman dari Desa Patakbanteng," ujar VP Corporate Social Responsibility BCA, Nona Faletta, pada kesempatan yang sama.

Nona menyampaikan, tahap pertama yang dilakukan adalah membuat desain program yang akan dijalankan. Hal ini lantaran warga desa itu sudah lebih dulu mengidentifikasi potensi dan peluang bisnis yang bisa digali.

"Menggali gap potensi dan kompetensi yang masih ada. Nanti kita akan isi dengan penguatan kapasitas sumber daya manusia seperti apa yang akan cocok," ujar Nona melanjutkan.

Tahap kedua, yaitu fase enabler. Tahapan ini mencakup perihal penguatan kelembagaan dan penguatan sumber daya manusia yang mungkin masih memiliki kekurangan. Fase enabler akan dilakukan selama setahun ke depan.

"Yang terakhir adalah perluasan akses pasar. Mungkin masih banyak tempat-tempat lain yang belum mengetahui bahwa Patakbanteng bisa menjadi salah satu alternatif solusi untuk mereka bisa berwisata. Atau mungkin belajar sesuatu tentang nilai-nilai kehidupan yang ada di masyarakat," tambah dia.

Sementara itu, VP Corporate Communication BCA, Wendiyanto Saputro, mengatakan program ini juga akan dilakukan secara partisipatif bersama warga masyarakat melalui porgram Generasi Berbakti. Dengan demikian, BCA akan menggandeng mahasiswa untuk mengajukan proposal pengabdian masyarakat.

"Salah satu fokus lokasi pengabdiannya adalah Desa Patakbanteng. Jadi, nanti di bulan Juli akan ada yang live-in selama satu bulan dari teman-teman mahasiswa. Setelah melalui proses penjurian, penilaian dan segala macam, mereka menawarkan proposal ke Bakti BCA," kata Wendi.

"Kita kurasi, kita verifikasi, dan kita support dari sisi pendanaan programnya para mahasiswa itu juga. Selama satu bulan itu akan membersamai warga desa ini untuk mencoba bersama-sama mencarikan solusi atas berbagai isu," tandas Wendi.

Tonton juga Video BCA Gelar Graduation Day untuk 15 MUA Tuli Binaan Bakti BCA

(kil/kil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads