BPD Serba Salah Soal Dana di SBI
Kamis, 15 Nov 2007 15:18 WIB
Jakarta -
Bank-bank Pembangunan Daerah merasa serba salah untuk menyimpan uangnya. Menyimpan di SBI, diprotes. Tidak menyimpan di SBI dengan mengalihkannya ke proyek yang lebih kecil, takut dikejar BPK. Seperti yang disampaikan Dirut Bank Sumut Gus Irawan dalam Economic Look 2008 di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta, Kamis (15/11/2007). Menurutnya, dana yang tersimpan di BPD sebagian besar merupakan dana Pemda yang bersifat jangka pendek. Seperti dana untuk membayar gaji pegawai negeri. Dana yang bersifat sesaat itu tidak bisa disalurkan untuk mendanai kegiatan yang jangka panjang karena bisa memicu terjadinya mismatch. "Karena itu, nggak ada pilihan lain selain menyimpan di SBI. Karena SBI bisa dikatakan hampir zero risk," katanya. Jika tidak menyimpan di SBI, maka piliahnnya adalah menyalurkannya untuk kegiatan yang return of investment-nya kecil. "Bisa-bisa ketika ada pemeriksaan BPK, kita dibilang merugikan negara. Kok ditempatkan di pos yang return-nya kecil? Kenapa nggak di SBI?" katanya. Untuk itu, ia mengusulkan agar proses persetujuan APBD direvisi. Sehingga proses APBD bisa efisien dan murah."Karena proses persetujuan yang panjang juga memperpanjang biaya operasi. Belum lagi biaya di parlemen yang banyak kepentingan," katanya. Dengan begitu, maka banyak kegiatan atau proyek yang berjalan dan bisa didanai perbankan.
(lih/qom)










































