Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menganggap penilaian lembaga pemeringkat internasional S&P terhadap Indonesia sudah adil dan benar hingga memutuskan mempertahankan peringkat kredit pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek (outlook) pada level stabil.
Purbaya mengatakan penilaian S&P lebih adil dibandingkan lembaga pemeringkat lainnya seperti Moody's dan Fitch. Meski sama-sama mempertahankan peringkat utang atau kredit Indonesia, Moody's dan Fitch lebih dulu merevisi outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif.
"Saya sudah bilang berkali-kali kan, lembaga-lembaga sebelumnya yang lain, ada kemungkinan mereka offside karena mereka melakukan assessment sebelum data (pertumbuhan ekonomi) triwulan pertama keluar. Ingat kan itu? Saya bilang ya terlalu cepat, bukan mereka salah, ya terlalu cepat. Jadi ini (S&P) yang lebih fair saya pikir," kata Purbaya kepada wartawan di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Purbaya, keputusan S&P untuk mempertahankan rating Indonesia merupakan bentuk pengakuan dunia bahwa pemerintah Indonesia menjalankan fiskal dengan baik dan hati-hati. Ke depan, ia yakin peringkat akan lebih bagus lagi.
"Kalau Anda lihat kan dari akhir tahun lalu, awal tahun terus kita diserang dengan kemungkinan downgrade peringkat dan lain-lain dari MSCI, Moody's, Fitch dan lain-lain seolah-olah kita buruk, mereka bilang menuju kehancuran, Indonesia akan krisis. Ini update dari S&P merupakan konfirmasi bahwa kita berjalan di arah yang benar, dengan kebijakan yang baik dan hati-hati," tutur Purbaya.
Purbaya memandang selama ini S&P memakai standar paling tinggi dalam memberikan peringkat utang suatu negara. Selain itu, lembaga pemeringkat internasional itu diklaim tidak terpengaruh oleh unsur-unsur politis.
"Standarnya paling tinggi, jadi dia nggak akan main-main, nggak akan terpengaruh politik, jadi lihat apa adanya. Selama ini juga kita melakukan diskusi dengan S&P ketika mereka mencari informasi lebih dalam, pendalaman terhadap informasi yang ada," papar Purbaya.
Simak juga Video 'Purbaya: Realisasi Anggaran Pendidikan Terus Meningkat, 2025 Capai 19,1%':
(aid/fdl)










































