Dua kelemahan utama perbankan syariah ini perlu diperbaiki guna meningkatkan kinerjanya di tahun-tahun mendatang. Dua kelemahan itu adalah harus lebih memahami kebutuhan rill dari nasabah atau customer need, dan juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Demikian disampaikan Deputi Gubernur BI, Siti Ch Fadjrijah di acara seminar akhir tahun perbankan syariah 2007 di gedung BI, Jalan MH Thmarin, Jakarta, Rabu (28/11/2007).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fadjrijah mengatakan, pada tahun 2007 ini perbankan syariah belum bisa membenahi secara maksimal kedua hal tersebut sehingga pertumbuhan kinerjanya masih rendah.
"Untuk customer saja masih sangat sedikit, jadi perbankan syariah juga harus melakukan riset untuk melihat keinginan konsumen sehingga dapat menciptakan produk-produk yang sesuai," katanya.
Menurut Fadjrijah jumlah konsumen perbankan syariah baru 2,6 juta rekening. Padahal potensi pengembangannya cukup besar dilihat dari jumlah penduduk Indonesia.
"Untuk pembiayaan juga kelihatan debitor perbankan syariah masih di bawah 500 ribu, jadi pembiayaan perbankan syariah yang tumbuh 30% sampai Oktober belum menyentuh debitor-debitor baru," katanya.
(ir/qom)










































