Semangati Bank Syariah, BI Siap Jadi Provokator

Semangati Bank Syariah, BI Siap Jadi Provokator

- detikFinance
Rabu, 28 Nov 2007 10:44 WIB
Jakarta - Agar perbankan syariah nasional bisa tumbuh lebih pesat, Bank Indonesia (BI) siap menjadi provokator. Dengan semangat baru itu, diharapkan bank syariah bisa menggapai porsi 5% dari total aset perbankan nasional tahun 2008.

Hal itu disampaikan Deputi Gubernur BI Siti Fajdrijah saat menjadi pembicara kunci seminar akhir tahun perbankan syariah 2007 di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Rabu (28/11/2007).

"Sekarang saya mau jadi provokator untuk menyemangati pelaku-pelaku perbankan syariah untuk lebih meningkatkan kinerjanya, sehingga harapan kita yaitu agar perbankan syariah bisa berguna bagi masyarakat luas," ujarnya.

Saat ini, porsi perbankan syariah terhadap total aset perbankan nasional hanya 1,7%. Tahun 2008, porsinya diharapkan naik menjadi 5%.

"5% itu berarti Rp 90 triliun, dengan asumsi pertumbuhan aset perbankan nasional yang hanya tumbuh 10% di tahun 2008, saya rasa itu masih bisa dikejar, meskipun cukup berat. Tapi kalau strategi bagus, dengan menangkap consumer yang potensial, itu tidak sulit," jelas Fadjrijah.

Prospek perbankan syariah semakin bagus karena masih memiliki potensi yang besar untuk berkecimpung dalam pembiayaan infrastruktur.

"Untuk kedepan akan banyak proyek yang bisa dibiayai. Memang untuk bank lokal cukup sulit untuk terjun kesitu, tapi saya rasa untuk bank-bank asing, syariah mereka memiliki modal yang besar seperti HSBC. Jadi saya berharap perbankan syariah bisa berperan dalam proyek infrastruktur," urainya.

Fadjrijah menambahkan, pada tahun 2008, meskipun diperkirakan perekonomian masih akan bergejolak akibat tingginya harga minyak dan ketidakpastian ekonomi global, perbankan syariah masih dapat tumbuh. "Kan perbankan syariah selama ini tidak terpengaruh terhadap perekonomian global karena fokusnya pada ekonomi-ekonomi kecil atau UMK. Jadi potensi bank syariah  dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi kecil masih sangat terbuka," katanya.

Akan tetapi ia mengingatkan yang paling penting untuk mendorong perbankan syariah kedepan adalah peningkatan kompetensi SDM-nya.

"Karena SDM itulah yang menjadi ujung tombak dan pendorong utama bank syariah," pungkasnya.


"Kan perbankan syariah selama ini tidak terpengaruh terhadap perekonomian global karena fokusnya pada ekonomi-ekonomi kecil atau UMK. Jadi potensi bank syariah dengan melihat prospek pertumbuhan ekonomi kecil masih sangat terbuka," pungkasnya. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads