Bank Syariah Terlalu Eksklusif

Bank Syariah Terlalu Eksklusif

- detikFinance
Selasa, 04 Des 2007 13:40 WIB
Yogyakarta - Perbankan Syariah dinilai kurang membumi. Istilah-istilah yang rumit dan kurangnya sosialisasi, membuat perbankan syariah dinilai hanya eksklusif untuk kalangan tertentu asaja.

Hal itu diungkapkan peneliti dari Pusat Pengkajian dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI) Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia (UII), Priyonggo Suseno kepada wartawan di Jl Palagan Tentara Pelajar, Ngaglik Sleman, Selasa (4/12/2007).

Priyo menyampaikan hasil survei mengenai persepsi masyarakat non-muslim terhadap perbankan syariah di DIY. Survei melibatkan 145 responden terdiri 125 responden individu dan 20 responden perusahaan/institusi di wilayah DIY dan dilakukan dengan menggunakan kuisioner dan wawancara mendalam.

Berdasarkan hasil survei itu, kata Priyo, sebagian masyarakat non-muslim merasa kurang nyaman dengan penggunaan istilah Arab dalam perbankan syariah. Hal itu juga yang bisa mengurangi minat masyarakat untuk mengenali bank syariah.

"Kalau dengan istilah Bahasa Arab, ada kesan itu hanya khusus untuk umat muslim saja. Karena itu istilah-istilah tersebut perlu diminimalkan untuk menghilangkan kesan eksklusifitas dan perlu kemasan yang inklusif," jelasnya.

Masyarakat non-muslim juga beranggapan bank syariah berbeda dengan bank konvensional.

"Masyarakat non muslim masih menganggap bank syariah itu berbeda dengan bank konvensional, karena penerapan prinsip bagi hasil dan lebih adil dalam transaksi," kata Priyo.

Sebagian masyarakat non-muslim menganggap bank syariah hanya untuk umat Islam saja karena banyak menggunakan istilah-istilah Arab.

"Akibatnya mereka jadi ragu-ragu untuk ikut jadi nasabah," katanya.

Menurut dia, sekitar 33,5 persen responden beranggapan bank syariah itu hanya untuk orang Islam saja. Sekitar 28,4 persen responden menganggap sebagai bank tanpa sistem bunga. Selanjutnya sebanyak 26,5 persen responden menganggap bank syariah sebagai bank yang menerapkan sistem bagi hasil. Sekitar 11,6 persen bank syariah itu sama saja dengan bank konvensional.

Ia menjelaskan, meski sebagian masyarakat non muslim pernah mendengar adanya bank syariah, namun mereka menyatakan belum berminat untuk menggunakan jasa bank syariah. Beberapa faktor yang mendorong masyarakan non-muslim tidak berminat pada bank syariah adalah kurangnya informasi tentang bank syariah, layanan bank konvensional selama ini lebih memuaskan.

"Faktor kenyamanan dengan lingkungan sosial seperti dengan tetangga atau lingkungan kerja juga sangat menentukan," katanya.

Kalau ada masyarakat non-muslim yang menggunakan bank syariah kata dia, pertimbangan utamanya adalah hampir sama dengan ketika memilih bank konvensional.

"Masalah Kemudahan prosedur, kemudahan akses, kelengkapan fasilitas, keinginan uji coba dan kualitas layanan menjadi faktor penentu," papar Priyo.


(bgs/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads