Kartu Kredit Indonesia Meluncur, Bakal Bisa Dipakai di Berbagai EDC

Kartu Kredit Indonesia Meluncur, Bakal Bisa Dipakai di Berbagai EDC

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 21 Agu 2026 13:19 WIB
Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) telah meluncurkan fasilitas pembiayaan Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen ritel pada 17 Agustus 2026 lalu. Langkah ini diambil lantaran 80% pemegang kartu kredit di Indonesia menggunakan kartunya untuk bertransaksi di dalam negeri.

"Kita melihat bahwa pemegang kartu kredit ini di Indonesia 80% itu dia menggunakan untuk transaksi di dalam negeri. Makanya kita menyediakan alternatif bagi pemegang kartu kredit," ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam acara 'Akselerasi Transformasi Digital UMKM' di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Pada tahap awal peluncuran, KKI diterbitkan secara digital dan langsung bisa difungsikan sebagai sumber dana baru untuk QRIS. Seperti diketahui, saat ini sumber dana QRIS mencakup tiga instrumen, yakni tabungan, uang elektronik, dan kartu kredit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Filianingsih bahkan sudah menjajal langsung KKI ritel ini untuk berbelanja sehari-hari. Ia menyebut kartu ini menawarkan fleksibilitas pembayaran yang memudahkan masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Bapak-Ibu belanja sekarang, bayarnya 30 hari lagi ya. Kalau tidak mau kena bunga dibayar lunas gitu ya, kalau belum punya uangnya enggak apa-apa gitu ya, nanti dibayar minimal payment-nya ya," tambahnya.

Ke depan, BI telah menyiapkan pengembangan KKI secara bertahap. Pada tahap kedua, kartu kredit ini akan diperluas penggunaannya untuk transaksi online, termasuk belanja di berbagai platform e-commerce. Sementara pada tahap ketiga, KKI ritel juga akan diterbitkan dalam bentuk fisik guna mendukung transaksi offline.

Salah satu keunggulan utama yang diusung KKI ritel adalah sifatnya yang interoperable alias saling terhubung. Menurut Filianingsih, ekosistemnya mirip dengan ekosistem QRIS.

Jika sebelumnya kartu kredit dari Bank A hanya bisa digunakan di mesin EDC Bank A saja, nantinya KKI ritel bisa dipakai di mana saja dan di mesin EDC mana pun. Saat ini terdapat sejumlah bank yang menjadi first mover atau lembaga jasa keuangan yang masuk dalam pengembangan KKI, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BRI, CIMB Niaga, Permata, dan Bank Mega. Sementara Bank Syariah Indonesia (BSI), diproyeksikan untuk mengembangkan KKI dengan prinsip syariah.

"Apa kegunaannya? Ini sama seperti QRIS Kalau dulu, kalau sekarang kartu kredit Bank A hanya bisa untuk EDC A. Nantinya ini akan interoperable ya. Jadi, satu kartu kredit bisa dipakai di mana saja, di EDC mana saja ya. Jadi, nanti akan terhubung semuanya dan juga akan inklusif karena semua bank baik PJP, baik bank maupun nonbank, sepanjang dia eligible dia bisa apply ya," bebernya.

(rea/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads