Bangun Bisnis Hijau, Komodo Water Sulap Air Laut Jadi Layak Minum

Bangun Bisnis Hijau, Komodo Water Sulap Air Laut Jadi Layak Minum

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2026 18:15 WIB
Shana Fatina, Sustainable Energy Expert sekaligus pendiri Komodo Water, berbicara dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).
Foto: Ilyas Fadilah
Jakarta -

Persoalan akses air bersih menjadi tantangan di kawasan sekitar Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Isu ini kemudian mendorong Shana Fatina membangun bisnis yang membawa misi sosial sekaligus lingkungan.

Shana merupakan Sustainable Energy Expert sekaligus pendiri Komodo Water. Menurutnya, misinya berangkat dari kesulitan masyarakat di pulau-pulau kecil memperoleh air bersih.

Dia menyebut masyarakat harus menempuh perjalanan hingga empat jam pulang-pergi ke Labuan Bajo hanya demi mendapatkan air.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sesuai dengan namanya, memberikan air untuk masyarakat di sekitar Kepulauan Taman Nasional Komodo.Di sana itu mereka kan susah air ya, jadi beli air itu 4 jam lah buat bolak-balik ke Labuan Bajo buat ambil air," kata Shana dalam Pertamina Talks Episode 2 bertema 'Hobi Jaga Bumi, Eh Jadi Profesi' di Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (27/8/2026).

ADVERTISEMENT

Komodo Water kemudian membangun fasilitas air bersih di pulau tersebut dengan memanfaatkan panel surya. Air laut yang tersedia diolah melalui proses desalinasi hingga menjadi air bersih.

"Kita buatin fasilitas air bersih di pulau pake solar panel, semuanya berkelanjutan. Kita melakukan desalinasi," sebut Shana.

Dia menjelaskan Komodo Water merupakan social enterprise, yakni usaha yang dijalankan dengan membawa misi sosial. Menurutnya, bisnis berkelanjutan seharusnya berangkat dari persoalan nyata di masyarakat, kemudian mencari solusi yang tetap ramah lingkungan.

Menurutnya konsep green jobs tidak harus berarti menciptakan profesi baru. Hampir semua pekerjaan bisa dibuat lebih ramah lingkungan.

"Sebenernya karena kebetulan kasusnya Komodo, awalnya jalan-jalan, liat susah air di sana, balik lagi bikin air bersih. Tapi kalo ngomongin lebih luas, tentang green ini, awalnya mulai dari lihat masalahnya. Apa sih persoalan yang ada, cara kita mensolusikan dengan opsi-opsi yang ramah lingkungan tadi itu," tutup Shana.

(ily/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads