Bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak Juli 2023. Kebijakan ini turun menopang harga Bitcoin dan mendorong dolar AS semakin perkasa.
Harga Bitcoin pada Kamis (17/9/2026) berada pada US$ 76.400-an atau sekitar Rp 1,35 miliar (Kurs Rp 17.749). Berdasarkan pantauan CoinMarketCap sekitar pukul 12.06 WIB, Harga Bitcoin (BTC) naik 1,05% dalam 24 jam terkahir dan berada di kisaran US$ 76.442.
Adapun kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat mencapai sekitar US$ 1,53 triliun, naik 0,8%. Sementara itu, volume perdagangan Bitcoin dalam 24 jam terakhir mencapai US$ 30,34 miliar. Angka ini turun sebesar 21,79%.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah Bitcoin yang beredar saat ini tercatat sekitar 20,08 juta BTC, dari batas maksimum 21 juta BTC.
Dolar AS Semakin Perkasa
Dolar Amerika Serikat pun juga semakin perkasa terhadap sejumlah mata uang Asia setelah The Fed menaikkan suku bunga. Penguatan dolar tersebut membuat mata uang negara-negara Asia, termasuk Ringgit Malaysia, Rupiah Indonesia berada di bawah tekanan.
Dikutip dari Bloomberg, Kamis (17/9/2026) pada pukul 13.18 WIB, nilai tukar dolar AS berada pada level MYR 4,0967/US$, menguat 0,50%. Kemudian dolar juga menguat terhadap Rupiah. Di mana dolar AS berada pada level Rp 17.753, menguat 0,32%.
Lalu nilai tukar dolar AS terhadap won Korea menguat 0,49% menjadi KRW 1.383,1/US$. Dolar AS juga menguat terhadap Dong Vietnam sebesar 0,04% menjadi VND 25.596/US$.
Begitu juga dolar AS terhadap dolar Taiwan menguat 0,27% menjadi TWD 31,86/US$. Dolar AS menguat terhadap peso Filipina 0,02% menjadi PHP 62,7450/US$.
Sementara, dolar AS terhadap Yuan China melemah 0,02% menjadi CNY 6,7074/US$. Dolar AS juga melemah terhadap dolar Singapura sebesar 0,18% menjadi SGD 1,275/US$.
Kemudian dolar AS juga melemah 0,44% terhadap Yen Jepang menjadi JPY 155,58/US$. Sama halnya dengan Yen Jepang, dolar AS juga melemah terhadap Bath Thailand sebesar 0,13% menjadi THB 33,33/US$.
Bunga The Fed
Untuk diketahui, The Fed menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali sejak Juli 2023. The Fed juga memberi sinyal masih ada peluang menaikkan suku bunga lagi hingga akhir tahun demi meredam inflasi.
Suku bunga diputuskan naik sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan Rabu (16/9). Keputusan yang diambil dengan suara bulat 12-0 itu membuat suku bunga acuan The Fed naik ke kisaran 3,75-4%.
"Kebijakan hari ini akan mendukung kembalinya inflasi ke target Komite sebesar 2% secara lebih cepat. Komite akan mewujudkan stabilitas harga," kata Federal Open Market Committee (FOMC) dikutip dari CNBC, Kamis (17/9).
(fdl/fdl)










































