The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga

The Fed Putuskan Tahan Suku Bunga

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 29 Okt 2026 07:39 WIB
Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve pada hari Rabu kembali menaikkan suku bunga acuannya. Kenaikan suku bunga dilakukan sebesar 0,25%.
The Fed/Foto: Graeme Sloan/Getty Images
Jakarta -

Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) mempertahankan suku bunga acuannya dalam rapat Rabu (28/10). The Fed memilih untuk tidak terburu-buru mengubah suku bunga, meskipun tekanan inflasi masih sulit dikendalikan.

Sesuai perkiraan pasar, Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC) mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,75-4%. Suku bunga tersebut tidak berubah sejak bank sentral menaikkannya sebesar 25 basis poin pada September lalu.

"Pengumpulan informasi lebih lanjut akan membantu Komite menentukan kebijakan yang tepat untuk memastikan inflasi kembali ke target 2% secara tepat waktu. Komite akan menjaga stabilitas harga," demikian pernyataan The Fed seusai rapat dikutip dari CNBC, Kamis (29/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak dua dari 12 anggota FOMC yang memiliki hak suara menolak keputusan tersebut. Keduanya adalah Gubernur The Fed Lisa Cook dan Presiden The Fed Cleveland Beth Hammack, yang menginginkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin.

ADVERTISEMENT

Cook tengah menjadi pusat kontroversi setelah Presiden AS Donald Trump berupaya mencopotnya dari jabatan terkait dugaan persoalan informasi yang disampaikan dalam pengajuan kredit pemilikan rumah di AS.

Meskipun Mahkamah Agung AS sempat menghentikan upaya Trump tersebut, pemerintah kembali melanjutkan proses pencopotan Cook. Sidang terkait persoalan ini dijadwalkan berlangsung pada awal November.

Sementara itu, pemilihan umum paruh waktu AS turut membayangi keputusan The Fed. Pemungutan suara penting akan digelar secara nasional pada 3 November mendatang, dengan kendali atas Kongres AS menjadi taruhannya.

Para pejabat The Fed memandang independensi politik sebagai salah satu prinsip utama bank sentral. Namun, sejumlah pengamat menduga para pejabat enggan menaikkan suku bunga menjelang pemilu.

Trump, yang mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed, telah berselisih pandangan dengan bank sentral selama bertahun-tahun. Trump berulang kali menegaskan bahwa suku bunga acuan seharusnya berada pada level yang jauh lebih rendah.



(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads