Demikian disampaikan oleh Dirjen Pengelola Utang Negara Departemen Keuangan Rahmat Waluyanto dalam pesan singkatnya kepada detikFinance, Jumat (11/1/2008).
"Tanggal 10 Januari 2008 waktu New York Pemerintah RI telah menerbitkan obligasi Negara valuta asing dengan 2 tranches tersebut yang masing-masing tranches bernilai US$ 1 miliar," tuturnya.
Rahmat mengungkapkan, total pesanan dari obligasi global tersebut pada saat road show mencapai US$ 3 miliar atau oversubscribed 1,5 kali.
"Untuk distribusi dari obligasi global ini, untuk Indo-18, 24 persen di Asia, 47 persen di US dan 29 persen di Eropa," paparnya.
Sementara untuk Indo-38, distribusinya 10 persen di Asia, 52 persen di US dan 38 persen di Eropa.
"Untuk jenis investor 61 persen merupakan asset managers, 17 persen bank dan 22 persen asuransi dan lembaga keuangan lainnya," ujarnya.
Obligasi global ini mendapatkan peringkat 'BB-' dari Fitch Ratings dan Ba3/Stable dari Moody's. Bertindak sebagai joint Lead Manager adalah Barclays Capital, HSBC dan Lehman Brothers.
(dnl/qom)











































