Aset Bank Syariah Capai Rp 33 Triliun

Aset Bank Syariah Capai Rp 33 Triliun

- detikFinance
Selasa, 15 Jan 2008 16:44 WIB
Jakarta - Kinerja bank syariah semakin meningkat. Hingga akhir Desember 2007 aset bank syariah kini sudah mencapai 31 persen atau Rp 33 triliun, dana pihak ketiga 30 persen, pembiayaan 26 persen.

Sedangkan NPL netto tercatat di bawah 4 persen, namun NPL gross tercatat sebesar 6 persen ini berarti di atas NPL gross perbankan konvensional 5 persen. Saat ini NPL bank konvesional rata-rata gross 5,41% dan net 2,29%.

Sementara tingkat loan to deposit ratio sudah mencapai 103 persen. Hal tersebut disampaikan Ramzi A Zubdi, Direktur Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia dalam jumpa pers di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Selasa (15/1/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini saya kira untuk kinerja bank sudah sangat baik," ujarnya.

Kinerja 3 Bank Umum Syariah yakni Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri dan Bank Mega Syariah dari sisi risiko seluruhnya bagus. "Risikonya rendah, low, ada yang mendekati medium. In all bagus," ujarnya.

Konversi Bank Syariah


Beberapa bank juga sudah mengajukan rencana pemisahan unit syariahnya menjadi bank syariahnya ke BI pada tahun ini. Bank-bank itu antara lain spin off BRI ke Bank Arta Jasa, konversi Bank Persyarikatan Indonesia dan spin off Bukopin Syariah.

"Spin off Bukopin Syariah sebentar lagi karena nunggu RUPS-nya Bukopin tapi permohonan secara lisan ada," ujar Deputi Gubernur BI Siti Ch Fadjrijah.

Sementara itu yang belum mengajukan permohonan konversi baik itu secara lisan maupun tulisan adalah akuisisi Harfa oleh Bank Panin, akuisisi Bank Swaguna oleh Bank Victoria, dan joint antara BNI dan ICD.

"Mungkin kita harapkan BNI joint dengan ICD ini besok juga MoU ditandatangani dalam festival," ujarnya.

(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads