Soal Penurunan BI Rate, BI Masih Lihat Arah Inflasi

Soal Penurunan BI Rate, BI Masih Lihat Arah Inflasi

- detikFinance
Rabu, 23 Jan 2008 16:28 WIB
Jakarta - Meskipun The Fed memangkas suku bunganya sebesar 75 bps menjadi 3,5 persen yang menyebabkan selisih jarak dengan BI rate makin besar, namun bukan berarti Bank Indonesia lebih leluasa dalam menurunkan suku bunga patokan.
 
Hal ini dikatakan oleh Direktur Riset dan Statistik Moneter Bank Indonesia Made Sukada di sela acara peluncuran buku yang ditulis oleh Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom, di toko buku Gramedia, Jalan Matraman, Jakarta, Rabu (23/1/2008).
 
"Anchornya itu adalah inflasi, kalau inflasinya turun ya why not (turunkan BI rate)? Inflasi itu kan ada dekomposisinya, apakah inflasi karena kebijakan moneternya atau memang administered price atau volitile food, jadi dimana penyakitnya, kalau volatile food produknya bukan moneter, tapi distribusi dan supply," ujarnya.
 
BI akan melihat bagaimana komitmen pemerintah dalam menjaga laju inflasi sehingga inflasi 5 plus minus 1 persen di tahun ini bisa dicapai.

"Kalau bisa ada di tengah itu (5 plus minus 1 persen) sudah excellent," imbuhnya.
 
Mengenai penurunan suku bunga The Fed, Made mengatakan bahwa kebijakan ini berdampak positif bagi pasar finansial di dunia dan terbukti pasar di dunia sudah mulai rebound kembali yang memperlihatkan kembalinya kepercayaan para pelaku pasar.
 
"Tekanan rupiah sudah membaik, kemarinkan pressure-nya berat, tapi itulah mekanisme pasar yang harus dipantau terus menerus, capital inflow diperkirakan masih terus positif," ujarnya.
  (dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads