Sayangnya bank terbesar di Prancis itu tak mau menyebutkan siapa karyawan yang telah membobol bank tersebut dan menyebabkan sahamnya disuspensi.
"Saya punya kewajiban untuk menginformasikan kepada anda semua bahwa manajemen Societe Generale telah menemukan adanya pembobolan internal dalam jumlah yang cukup besar, dan dilakukan oleh seorang staf di divisi pembiayaan dan investasi," ungkap chairman Daniel Boutin dalam rilisnya seperti dikutip dari AFP, Kamis (24/1/2008).
Siapa sang pembobol itu? Bouton menolak menyebutkannya. Ia hanya menyatakan bahwa si pialang jahanam itu telah disuspen dan akan segera diambil tindakan hukum terhadapnya. Namun ia disamakan dengan Nick Leeson, seorang pialang berjangka Inggris yang rugi US$ 1,5 miliar dan menyebabkan Barings Bank kolaps di tahun 1995.
"Bank juga telah memecat pejabat eksekutif, termasuk pada pimpinan yang bertanggung jawab atas supervisi dan kontrol terhadap operasional yang berkaitan dengannya," imbuhnya.
Bagaimana pembobolan itu bisa terjadi? "Transaksi yang menyebabkan pembobolan itu sangat sederhana, mengambil posisi pada saham yang sedang naik, namun dilakukan dengan sembunyi-sembunyi menggunakan teknik yang pintar dan bervariasi," jelas Boutin.
Ia menambahkan, pembobolan itu ditemukan pada Minggu lalu dan sudah disampaikan ke Bank Sentral Prancis.
Societe Generale (SG) juga menyatakan, si pialang jahanam itu telah melakukan apa yang disebut 'vanilla futures hedging' di pasar ekuitas Eropa.
"Pialang itu mengambil arah posisi yang curang secara besar-besaran pada tahun 2007 dan 2008 diluar batas kewenangannya," jelas SG dalam pernyataannya.
"Ia dibantu oleh pengetahuan yang dalam atas prosedur kontrol berkat bantuan dari mantan karyawannya di tingkat menengah. Selanjutnya dia mengaturnya untuk menyembunyikan posisi tersebut melalui skema transaksi fiktif," imbuh SG berdasarkan hasil investigasi pada 19 dan 20 Januari.
Pembobolan ini sekaligus menambah besar kerugian yang diderita SG. Bank tersebut juga menderita rugi hingga 2 miliar euro akibat krisis subprime mortgage.
Dengan sederetan kemalangan itu, maka Societe Generale hanya berhasil membukukan laba bersih antara 600-800 juta euro di tahun 2007, atau merosot jauh dibandingkan laba bersih US$ 5,2 miliar yang dicetak pada tahun 2006.
(qom/ddn)











































