"Padahal IT BCA sudah yang paling jago di Indonesia. Dalam setahun, BCA juga mengumpulkan fee sampai Rp 1 triliun, tapi kok pelit ya untuk benerin yang mampet," keluh seorang pembaca yang memberikan komentarnya dalam fasilitas komentar berita, Rabu (6/2/2008).
Berikut beberapa komentar pembaca tentang offline BCA pada hari ini:
Raden: Pengalaman, sudah beberapa kali BCA offline. Capek deh, kesal, sebel. Hati-hati nanti nasabah pada pergi gara-gara IT BCA byar pet. Bisnis kan perlu kepastian.
Meciho: Pagi ini saya mau transfer urgent, ngga bisa jadinya kembali ke zaman nenek saya dahulu barter duit dengan barang... ckckckck
Yusan: Pagi ini saya menyambangi 2 ATM BCA di Palembang, dua-duanya offline, yaitu ATM BCA Riemart Demang Lebar Daun dan ATM BCA Srijaya Negara Palembang. Sistem secanggih apapun juga buatan manusia.
Donna: Jumat dan Senin lalu (1 dan 4 Feb 2008) saya ke BCA KCP Metro Permata untuk membuka rekening baru, tapi selama dua hari itu, jaringan selalu offline. Pada Seninnya, setelah ke KCP Metro Permata, saya ke KCP Pondok Lestari, disana masih beroperasi dengan normal, namun antreannya sangat panjang (di CSO maupun teller). Akhirnya saya batal buka rekening baru di sana. Dua hari saya harus izin datang siang ke kantor karena hal ini. Bagaimana ini BCA? Sistemnya harus diperbaiki, jangan sampai banyak nasabah yang dirugikan waktu dan biaya karena BCA yang sering offline.
Ellyana: Parah nih BCA, buat bayaran kuliah nih... telat bayar didenda sama kampus nih.
Roni: Masak bank sebesar BCA punya sistem sejelek ini? Berani investasi dong. Nasabah dah bayar administrasi mahal-mahal tapi pelayanannya seperti ini. Bagaimana pak direksi??
Anda tak mau ketinggalan memberikan komentar? Silakan kirim uneg-uneg Anda berikut ini: (qom/ir)











































