"Kita di Ditjen Pajak ini banyak pekerjaan. Begitu banyak yang dilakukan, saya tidak ada waktu untuk memikirkan jabatan. Kita tidak ada waktunya," ujarnya di kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/2/2008).
Namun Darmin tidak bisa mengelak ketika ditanya mengenai kasus aliran dana BI ke DPR. Menurutnya, kasus itu bisa terjadi karena adanya kelemahan struktur tata kelola di BI.
"Sebetulnya persoalan seperti di BI itu ada kelemahan dari struktur governance-nya. Nggak perlu orang nekat-nekat banget itu bisa dilakukan disana. Kenapa? Yang ada kan cuman dewan gubernur, semua pihak ada yang mengawasi dengan baik. Jadi ada persoalan struktur. Ya tidak berarti itu tidak menyangkut orang. Tetapi terlepas dari orang, ada kelemahan dalam sistem," urainya.
Sementara Menko Perekonomian Boediono yang juga sempat disebut-sebut namanya sebagai salah satu calon hanya menjawab dengan senyum.
"Saya senang dengan pekerjaan saja," kata Boediono di usai musyawarah Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) di Grand Hyatt, Jakarta.
(qom/ir)











































