Tercatat ada 3 bank asing yang membidik pangsa syariah Indonesia yakni HSBC, Al Barakah dan Asian Finance Bank.
"Mereka mulai membuka cabang bank syariah di Indonesia awal tahun 2008," ujar Kepala Biro Penelitian dan Pengembangan Perbankan Syariah, Mulya Siregar dalam jumpa persnya usai membuka Festival Ekonomi Syariah (FES) di Gramedia Expo Surabaya, Jalan Basuki Rahmat, Kamis (21/2/2008).
Wajar saja bank asing tertarik membuka cabang bank syariah di Indonesia. Sebab, kata Mulya, perkembangan bank syariah di Indonesia mengalami peningkatan cukup signifikan yakni hingga 36,7 persen.
Kenaikan itu lebih besar dari tahun lalu yang hanya sekitar 26,9 persen. Perkembangan itu, tambah Mulya, bahkan lebih baik dari perkembangan bank syariah di luar negeri yang hanya sekitar 15 hingga 20 persen.
Dari segi pembiayaan, bank syariah mempunyai 27,9 triliun dengan pangsa pasar 28 persen. Naik dibanding tahun 2006 yang hanya sebesar 25 persen. Dana pihak ketiga (DPK) pun meningkat dengan Rp 28 triliun dengan share 1,85 persen. Tahun 2006 itu, DPK hanya sebesar Rp 27 triliun.
Sedangkan untuk di Jatim dengan 85 kantornya, bank syariah juga menunjukkan perkembangan yang signifikan. Total pembiayaan naik sebesar Rp 475.088 juta atau naik 36,79 persen dibanding tahun 2006.
Dengan pangsa total pembiayaan 1,92 persen. Total DPK pun meningkat sebesar Rp 430.967 juta atau naik 34,54 persen dibanding tahun 2006. Dengan pangsa total DPK 1,17 persen.
"Dengan begitu kami yakin target pangsa perbankan syariah sebesar 5 persen tahun ini terpenuhi. Apalagi adanya sosialisasi melalui event seperti FES ini," tandas Mulya.
(fat/qom)











































