Raden Minta Pernyataan Soal Subsidi Tidak Dipolitisasi

Raden Minta Pernyataan Soal Subsidi Tidak Dipolitisasi

- detikFinance
Senin, 10 Mar 2008 17:37 WIB
Jakarta - Calon gubernur Bank Indonesia (BI) Raden Pardede mengakui masalah subsidi BBM dalam APBN adalah masalah yang harus selalu dijawab. Raden minta pernyataannya tidak dipolitisasi. Β 

"Masalah subsidi BBM dalam APBN adalah persoalan yang harus selalu dijawab. Jangan sampai dipolitisasi," kata Raden menjawab pertanyaan anggota Komisi XI DPR.

Pernyataan soal subsidi BBM menjadi ramai karena Raden yang mendapat kesempatan pertama dalam fit and proper test di depan Komisi XI DPR, Senin (10/3/2008) memasukkan masalah subsidi dalam pemaparannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil simulasi yang dibuat depkeu menunjukkan apabila harga minyak mencapai US$ 100 per barel dengan tingkat produksi minyak sekarang ini, maka subsidi minyak dan energi serta pangan diperkirakan dapat mencapai Rp 250 triliun suatu jumlah yang sangat besar. Sebagai akibatnya terjadi relokasi sumber daya dari sektor belanja baik barang maupun investasi pemerintah ke sektor subsidi yang tidak produktif dan pada akhirnya akan berpengaruh terhadap pelambatan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja," tutur Raden dalam makalahnya.

Terkait dengan pernyataan Raden itu, anggota Komisi XI Dradjad Wibowo mengatakan statement ini justru akan berdampak pada pencalonan Raden Pardede.

Dradjad mengatakan hal itu bisa menjadi kans negatif buat Raden, karena seolah tidak mendukung subsidi buat rakyat.

Namun Raden menilai pertanyaan soal subsidi BBM memang harus dijawab apa adanya. Sehingga tidak perlu dipolitisasi.

"Di satu sisi subsidi dananya darimana? Subsidi dicabut cash of money-nya naik. Tapi dalam long term atau short term. Pilihannya ada dua pilihan sulit. Kalau 30% darimana bujetnya. Dari mana posnya. Penyesuaian secara bertahap harus dilihat dari kemaslahatan semua. Kalau persoalan ini bukan hanya ideologis semata," tukasnya.

Sementara ketika ditanya perlunya calon gubernur dari internal BI, Raden menjawab tidak perlu ada pola tertentu seperti itu. Β 

"Dalam kasus negara manapun bank sentralnya tidak ada pola tertentu yang menjadikan gubernur BI itu harus dari kalangan bank sentral," tegasnya.

Raden sendiri mengaku terhormat menjadi salah satu kandidat gubernur BI. "Ini adalah bentuk kehormatan sebagai anak bangsa dipilih sebagai calon gubernur BI," katanya.

Raden akan menyerahkan hasil fit and proper test-nya kepada anggota dewan.

Usai acara fit and proper test ketika ditanya wartawan soal program 100 hari jika terpilih menjadi gubernur BI, Raden mengaku tidak ada program seperti itu.

"Dalam posisi jabatan gubernur BI tidak ada yang namanya program 100 hari karena posisi gubernur BI itu bukan jabatan politik. Justru yang menjadi concern gubernur BI adalah progran jangka panjang bukan jangka pendek," ujarnya.

Mengenai peluangnya bersaing dengan Agus Martowardoyo yang baru akan diuji DPR Selasa besok, Raden menolak berkomentar.

"Ya nanti setelah Pak Agus setelah melakukan fit and proper test sekarang kan belum," katanya. (ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads