"Kita tidak tahu menahu soal ada hubungan keluarga antara Pak Agus dengan keluarga istana. Untuk keputusan semalam semata-mata karena figur Pak Agus belum dianggap layak saat ini," kata anggota Komisi XI Ali Masykur Musa kepada detikcom, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (13/3/2008).
Menurut anggota DPR dari FPKB ini, penolakan 2 cagub BI ini juga disebabkan karena DPR ingin gubernur BI mendatang independen dan bebas dari kepentingan dalam pilpres 2009. Namun kedua nama tersebut dianggap belum cukup independen.
"Gubernur BI ke depan tidak hanya dibutuhkan seorang yang profesional, tapi yang juga mampu menjaga BI dari kepentingan pemilu 2009. Jadi harus independen. Kedua nama tersebut kalau ditolak berarti dianggap belum layak," ujar dia.
Sementara anggota Komsi XI Dradjad Wibowo menilai penolakan kedua calon itu karena alasan politis.
"Penolakan ini lebih banyak faktor politiknya dari pada faktor kompetensi," imbuh politisi PAN ini.
Dengan penolakan tersebut, Dradjad meminta agar presiden segera mengirimkan nama baru. Jika sampai 17 Mei 2008 tidak ada gubernur BI yang sudah dipilih DPR, Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom akan menjabat Gubernur BI sementara.
"Presiden harus mengajukan calon baru, tapi harus dikomunikasikan dengan fraksi-fraksi biar mulus," kata dia.
Saat ditanya apakah penolakan ada kaitan dengan keluarga Istana, Drajad mengaku tidak tahu. "Nggak tahu kalau soal itu. Yang saya tahu hanya soal keputusan politik," pungkas dia. (mly/qom)











































