"Kami prihatin soal pergerakan (yen) yang berlebihan. Kami terus mencermatinya dengan perhatian yang besar," ujar Menkeu Jepang, Fukushiro Nukaga seperti dikutip dari AFP, Senin (17/3/2008).
Pada perdagangan di Tokyo, dolar AS merosot hingga 95,75 yen, yang merupakan level terendah sejak September 1995. Namun saat perdagangan di bursa Eropa, dolar AS sedikit menguat di posisi 97 yen.
Penguatan yen yang sangat tajam itu memberi kontribusi pada pelemahan Bursa Saham Tokyo. Indeks Nikkei-225 ditutup merosot hingga 3,7% ke level terendah dalam 31 bulan.
Pemerintah dan investor Jepang pun khawatir penguatan yen itu akan menggerogoti perekonomiannya yang kini sangat tergantung pada ekspor. Penguatan yen juga dikhawatirkan akan mengurangi pendapatan perusahaan.
Anjloknya dolar AS atas sejumlah mata uang dunia dipicu oleh maraknya spekulasi seiring pelemahan perekonomian AS. Para analis menilai, intervensi pada saat ini tidak akan banyak membantu penguatan yen.
"Intervensi oleh Bank of Japan tidak akan bekerja pada saat ini karena alasan pelemahan dolar AS berasal dari AS," ujar ekonom dari Bank of America, Tomoko Fujii.
Terkait anjloknya pasar finansial hari ini, BoJ menginjeksikan dana sekitar US$ 4,1 miliar ke sistem perbankan domestiknya untuk menurunkan suku bunga pasar sehubungan dengan msalah krisis kredit.
Keputusan itu diambil hanya beberapa jam setelah Bank Sentral AS (The Fed) mengumumkan penurunan suku bunga diskonto secara darurat sebesar 25 basis poin menjadi 3,25%.
(qom/ddn)











































