BI pada tahun 2008 ditetapkan sebagai tuan rumah, sementara Gubernur BI Burhanuddin Abdullah terpilih sebagai chairman yang akan memimpin seluruh agenda pertemuan. Pertemuan yang sedianya dibuka oleh Presiden SBY akhirnya dibuka oleh Menko Perekonoman Boediono mewakili Pemerintah RI.
Pertemuan kali ini mengambil tema "Financial Deepening to Support Monetary Stability and Sustainable Economic Growth". Topik ini dipilih sebagai langkah fundamental yang harus diambil untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dalam menghadapi gejolak aliran modal yang sulit dihindari ditengah maraknya integrasi pasar keuangan dewasa ini.
Upaya pendalaman pasar keuangan atau financial deepening dipercaya mempunyai dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, diversifikasi risiko dan peningkatan pasar. Karenanya, langkah itu perlu dilakukan dengan berhati-hati, dengan memperhitungkan dampak langsung maupun tidak langsung pada aliran modal dan tekanan inflasi, serta pengaruhnya pada formulasi kebijakan moneter.
"Kerjasama antar bank sentral di kawasan seperti SEACEN merupakan piranti kebijakan yang penting bagi otoritas moneter dalam memperkuat upaya mempertahankan kestabilan makro ekonomi," papar Burhanuddin Abdullah dalam sambutan pengantar pertemuan.
(dro/qom)











































