SWF Diprediksi Melonjak 3X Lipat

SWF Diprediksi Melonjak 3X Lipat

- detikFinance
Sabtu, 22 Mar 2008 11:59 WIB
Jakarta - Jumlah Sovereign Wealth Fund (SWF) diseluruh dunia kini mencapai US$ 2-3 triliun. Namun jumlah itu diperkirakan bisa membengkak hingga 3 kali lipat menjadi sekitar US$ 6-10 triliun dalam lima tahun kedepan.

Saat ini, China, Kuwait, Norwegia, Rusia, Arab Saudi, Singapura dan Uni Emirat Arab adalah negara-negara yang memiliki SWF tertinggi.

IMF rencananya akan membuat sebuah analisis khusus untuk mencermati perkembangan SWF yang sangat pesat di dunia. Dalam pertemuan 21 Maret kemarin, Dewan IMF telah melakukan diskusi tentang SWF yang dinilai telah berperan penting bagi IMF dan sistem finansial

"Pejabat dan komentator swasta dalam memberikan pendapatnya tentang transparansi SWF, termasuk ukuran dan strategi investasinyaserta investasi SWF yang bisa dipengaruhi oleh faktor politik," demikian IMF dalam pernyataan seperti dikutip dari situsnya, Sabtu (22/3/2008).

SWF merupakan sebuah lembaga yang dibentuk untuk mengelola dana-dana yang berasal dari sebagian penerimaan pemerintah yang sudah disisihkan. Dana yang dikelola SWF itu selanjutnya ditempatkan dalam sejumlah instrumen investasi untuk mendapatkan laba. SWF ditujukan sebagai sumber pendanaan dan untuk memperkecil

Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom beberapa waktu lalu pernah melontarkan ide untuk pembentukan SWF di Indonesia. Pembentukan SWF di Indonesia dipandang penting sebagai benteng untuk menghadapi berbagai goncangan perekonomian global. Namun Menko Perekonomian Boediono menilai pembentukan SWF di Indonesia susah karena keterbatasan dana.

Saat ini SWF terbesar adalah Abu Dhabi Investment Authority (ADIA) milik Uni Emirat Arab dan Singapore Government Investment Corporation (GIC). Kedua SWF itu telah banyak membantu AS yang tengah terbelit krisis kredit. ADIA kini menginvestasikan US$ 7,5 miliar di Citigroup, sementara GIC juga menempatkan US$ 6,8 miliar di bank raksasa AS itu.

Pemerintah AS pada Kamis lalu bahkan telah mencapai kesepakatan dengan dua SWF tersebut. Kesepakatan dicapai setelah pertemuan yang berlangsung di Departemen Keuangan AS.

"AS menyambut baik investasi dari SWF dan akan meneruskan kerjsama dengan dua negara itu kedepan dan juga yang lainnya dalam rangka mendukung prakarsa dibawah IMF dan OECD guna mengembangkan praktek terbaik dari SWF," jelas Menkeu AS Henry Paulson seperti dikutip dari AFP.
Β 


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads