Bank Internasional Jadi Pekerjaan Rumah Boediono

Bank Internasional Jadi Pekerjaan Rumah Boediono

- detikFinance
Selasa, 08 Apr 2008 10:40 WIB
Bank Internasional Jadi Pekerjaan Rumah Boediono
Jakarta - Kebijakan pemerintah sebagai pemilik bank BUMN dinilai belum bisa mewujudkan bank nasional dengan skala internasional melalui Arsitektur Perbankan Indonesia (API).

"Misalnya kebijakan mengenai dividen, akuisisi internal, dan merger sama sekali tidak mengarah kepada upaya untuk menjadikan salah satu bank BUMN menjadi bank internasional," ujar Ketua Umum Perbanas Sigit Pramono ketika dihubungi detikFinance, Selasa (8/4/2008).

Gubernur Bank Indonesia yang baru yakni Boediono harus mampu meyakinkan pemerintah bahwa API adalah mimpi bersama, visi bersama bangsa ini untuk mewujudkan perbankan nasional yang sehat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selama ini cetak biru perbankan nasional yang telah diwujudkan dalam API terkesan baru BI yang mengimplementasikan hal itu, namun pemerintah belum mendorong penerapan API.

Lebih lanjut, mantan Dirut BNI ini juga meminta Boediono untuk memperbaiki pengaturan dan pengawasan bank-bank umum.

Kebijakan moneter yang selama ini sudah dijalankan Burhanuddin Abdullah terus dilanjutkan, dan terakhir koordinasi dengan pemerintah dalam hal kebijakan fiskal terus ditingkatkan.

"Dengan demikian dengan 2 kebijakan yang dikoordinasikan dengan baik dapat menjamin tercapainya pertumbuhan ekonomi sesuai target yang diinginkan," harapnya.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads