Obligasi Syariah SMF Terbit Oktober 2008

Obligasi Syariah SMF Terbit Oktober 2008

- detikFinance
Kamis, 17 Apr 2008 14:24 WIB
Obligasi Syariah SMF Terbit Oktober 2008
Jakarta - Perusahaan pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) berencana menerbitkan obligasi syariah senilai Rp 200 miliar pada bulan Oktober 2008.

"Untuk obligasi kedua kita tahun ini dalam bentuk obligasi syariah. Nilainya masih tetap Rp 200 miliar," ujar Direktur SMF, Paulus Nurwadono, usai diskusi di gedung BEI, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Kamis (17/4/2008).

Sebelumnya, Presiden Direktur SMF, Erica Soebroto mengatakan pada bulan Oktober 2008 akan menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 200 miliar. Namun rupanya perseroan kini memilih bentuk syariah untuk obligasi kedua tahun ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Erica juga sebelumnya mengatakan obligasi konvensional pertama senilai Rp 200 miliar akan diterbitkan pada April 2008.

"Namun karena kondisi pasar sedang kurang baik, kita memutuskan memundurkan jadwal penerbitannya jadi bulan Mei 2008," ungkap Paulus.

Obligasi yang akan diterbitkan Mei nanti, memiliki tenor 5 tahun dengan tingkat suku bunga tetap. Yieldnya di kisaran 0,75-1% di atas yield SUN FR0033, atau sekitar 12,01-12,26%.

Obligasi ini memperoleh peringkat idAA dari lembaga pemeringkat Pefindo. Penjamin emisi yang ditunjuk SMF adalah PT Bahana Securities dan PT Trimegah Securities.

Dana perolehan rencananya akan digunakan untuk penyaluran KPR dalam bentuk pinjaman kepada lembaga-lembaga penyalur KPR.

Konsep mekanisme SMF yang mencoba mengajak lembaga-lembaga pembiayaan untuk masuk ke sektor KPR hingga saat ini masih terhambat. Faktor penyebab utamanya adalah kebanyakan lembaga pembiayaan, apalagi yang terhitung cukup besar, masih enggan merambah ke sektor pembiayaan perumahan.

Sebagai contoh PT Adira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF), lembaga pembiayaan yang fokus di kredit kendaraan bermotor. Sebelumnya Stanley Setia Atmadja, Presiden Direktur ADMF, pernah mengatakan bahwa perusahaannya belum tertarik masuk ke pembiayaan perumahan. Menurut Stanley, pasarnya belum siap untuk masuk kesana.

Oleh karena itu, sampai saat ini SMF baru menggandeng lembaga-lembaga penyalur KPR. Beberapa lembaga penyalur KPR yang sudah menandatangani nota kesepakatan dengan SMF adalah PT Finansia, PT Ciptadana dan Bank DKI.

Sementara yang sedang dalam penjajakan adalah dengan 5 lembaga multifinance dan 1 BPD.

"Mengenai target pembiayaan tahun ini, kira-kira sebesar Rp 1 triliun. Saat ini total ekuitas kita diluar obligasi sebesar Rp 1,7 triliun," ungkap Paulus. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads