Asuransi Banting Setir Dulu

Asuransi Banting Setir Dulu

- detikFinance
Jumat, 18 Apr 2008 12:21 WIB
Asuransi Banting Setir Dulu
Jakarta - Gonjang ganjing pasar saham membuat industri asuransi jiwa banting setir. Jika tahun lalu asuransi jiwa berlomba-lomba menanamkan dananya di pasar saham, tahun ini banyak yang beralih ke lahan yang lebih konservatif seperti SBI, obligasi, dan deposito.

Ketua Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Evelina Fadil P menjelaskan, bunga yang ditawarkan pasar saham tahun lalu memang luar biasa, bahkan mencapai 50-100%. Tapi tahun ini, dapat bunga 20% dari saham saja sudah bagus sekali.

"Memang terjadi shifting investment. Karena fluktuasi yang besar, jadi lebih baik meningkatkan portofolio yang aman meskipun bunganya tidak setinggi tahun lalu," katanya disela keterangan pers WanaArtha di Le Meridien, Jakarta, Jumat (17/4/2008).

Kini, perusahaan asuransi jiwa seperti WanaArtha memilih mengucurkan dananya ke pilihan yang konservatif namun rendah resiko.

Ini terlihat dari komposisi portofolionya di kuartal 1 2008 dimana porsi obligasi mendominasi hingga 40%, saham tinggal 30% dan sisanya untuk deposito ataupun bentuk investasi lainnya.

"Padahal pada akhir 2007, mayoritas masih kita kucurkan ke saham. Tapi 2008 ini kita ubah komposisi ke produk yang lebih fix income," katanya.

Meski begitu, ia menambahkan iklim asuransi di Indonesia sebenarnya masih menarik, terutama bagi pemegang dana dari AS dan negara besar lainnya.

Ini terbukti dengan banyaknya perusahaan asuransi asing yang berencana masuk ke Indonesia tahun ini. Meski tidak menjelaskan secara rinci, perusahaan-perusahaan itu diakui mengincar pasar Indonesia yang sangat 'empuk'.

"Bayangkan saja, penduduk kita 220 juta jiwa. Yang punya asuransi baru 27 juta jiwa. Pie-nya masih sangat besar," tambahnya.



(lih/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads