Bank Saudara Masuk Bank Devisa

Bank Saudara Masuk Bank Devisa

- detikFinance
Senin, 28 Apr 2008 13:44 WIB
Bank Saudara Masuk Bank Devisa
Jakarta - PT Bank Himpunan Saudara 1906 Tbk (SDRA) kini mulai masuk menjadi bank devisa sejak dikeluarkannya izin dari Bank Indonesia (BI) pada akhir Februari 2008.

"Izin dari BI efektif 28 Februari 2008. Secara bertahap kita akan merealisasikan fungsi bank devisa hingga tahun 2009 mendatang," ujar Direktur Utama SDRA, Farid Rahman, usai jumpa pers di kantornya, Jl Ampera, Jakarta, Senin (28/4/2008).

Rencana SDRA untuk mendapatkan status menjadi bank devisa telah dilakukan sejak triwulan III tahun 2007 lalu. Namun izin dari BI baru dikeluarkan awal tahun 2008 ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bank milik Medco Group ini menyatakan bahwa tujuan pengajuan status menjadi bank devisa, agar dapat bergerak sejalan dengan ruang gerak Medco Group yang banyak terkait dengan valas dan devisa. Prioritas utamanya nanti untuk mendukung bidang transaksional Medco Group.

"Namun kita juga akan menangani pihak-pihak dari luar. Jadi tidak hanya fokus pada Medco. Dengan Medco fokus kita di transaksi non pembiayaan. Untuk non Medco akan menangani hal-hal seperti supply chain," ulas Farid.

Rencana melaksanakan fungsi bank devisa, perseroan akan membagi dalam tiga tahap. Tahap pertama akan masuk ke sektor money changer, international fund transfer dan forex.

"Rencananya dimulai pada triwulan dua 2008. Tahap dua akan mulai masuk ke collection valas, treasury dan derivatif yaitu pada triwulan empat 2008," ulas Farid.

Tahap terakhir rencananya akan mulai masuk ke structure financing seperti Open Account Financing dan sebagainya. Rencananya akan dioperasikan pada tahun 2009.

"Untuk tahap awal, yang akan langsung beroperasi sebagai bank devisa adalah yang di Ampera, baru kemudian yang di Wastu Kencana, Bandung," ungkap Farid.

Dengan status tersebut, perseroan menargetkan perolehan fee based income dari transaksi devisa sebesar Rp 1,1 miliar di 2008 ini, atau sekitar 0,32% dari target pendapatan perseroan tahun ini yang sebesar Rp 340
miliar.

"Namun dalam 5 tahun ke depan, kita menargetkan perolehan fee based income dari transaksi devisa sebesar 10% dari pendapatan perusahaan," ujar Farid.

Pertumbuhan

Bank Saudara juga menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 54,5% di tahun 2008, terutama didorong target pertumbuhan kredit sebesar 45%.

"Target pendapatan kita tahun ini sekitar Rp 340 miliar, terutama didorong pertumbuhan kredit sebesar Rp 500 miliar tahun ini," ujar Farid.

Pada tahun 2007 lalu, perolehan pendapatan perseroan sebesar Rp 220 miliar dengan perolehan laba bersih sebesar 31,6 miliar.

Pada tahun 2008 ini, perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 340 miliar, atau tumbuh sekitar 54,5% dari tahun 2007.

"Untuk target laba, kita optimis tahun ini bisa tumbuh diatas 60%," ungkap Farid.

Menurut Farid, peningkatan tersebut akan didorong oleh pertumbuhan kredit yang ditargetkan mencapai Rp 500 miliar.

Pada tahun 2007 lalu, penyaluran kredit perseroan sebesar Rp 1,164 triliun. Tahun 2008 ini perseroan menargetkan penyaluran kredit menjadi Rp 1,688 triliun, tumbuh 45% dari posisi di 2007.

"Komposisinya, pada tahun 2007 sekitar 92% di kredit konsumsi, sisanya UKM. Tahun ini komposisi kredit konsumsi akan menjadi 90%, sisanya UKM," ujar Farid.

Dengan komposisi tersebut maka kredit konsumsi perseroan di 2008 akan menjadi Rp 1,519 triliun, tumbuh 41,9% dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,07 triliun.

Sementara kredit UKM di 2008 akan menjadi Rp 168,8 miliar, tumbuh 81,3% dari tahun 2007 sebesar Rp 93,12 miliar.

Mengenai pertumbuhan kredit di triwulan I 2008 ini, perseroan menyatakan belum dapat mengungkapkan angka pastinya.

"Tapi yang jelas posisinya melebihi target semula," ungkap Farid.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads