Hal ini disampaikan oleh Direktur BNI Krishna Suparto dalam acara paparan publik kinerja kuartal I-2008 di Gedung BNI, Jalan Jend. Sudirman, Jakarta, Senin (28/4/2008).
"Untuk Bosowa sudah dilakukan pembicaraan dengan pihak Bosowa, calon investor dan juga bank kreditor yaitu BNI dan Mandiri, hasilnya dikatakan dengan adanya calon investor baru dan adanya kreditor asing baru, maka pinjaman akan dilunasi," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bosowa memang masuk ke dalam 10 debitur terbesar bermasalah BNI yang sedang dikejar proses penyelesaiannya, dan total nilai utang dari 10 debitor ini adalah Rp 11,9 triliun.
"Selain Bosowa, di tahun ini kami perkirakan akan ada sekitar 4 debitor lagi yang bisa diselesaikan di tahun ini," ujarnya.
Selain Bosowa, debitor bermasalah lain yang nilai utangnya cukup besar adalah Prima Inreksa Manufaktur sebesar Rp 343 miliar.
Pada triwulan I-2008, total outstanding kredit BNI adalah sebesar Rp 89,17 triliun. Kenaikan tertinggi dicapai oleh UKM dimana outstanding menjadi Rp 39,04 triliun, lalu konsumer dengan outstanding Rp 14,24 triliun, korporasi Rp 34,3 triliun. Sedangkan pembiayaan syariah outstanding pada triwulan I-2008 menjadi Rp 2,05 triliun. (dnl/ir)











































